Advertorial

DPRD Samarinda Dukung Upaya Penurunan Stunting, Dorong Aksi Nyata hingga Tingkat RT

POJOKNEGERI.com – DPRD Kota Samarinda melalui Komisi IV terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting di daerah.

Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda, Riska Wahyuningsih, menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Aksi Bangda dan Gerakan Intervensi Stunting Serentak yang digelar di Aula Sekretariat TP PKK Samarinda, Rabu (29/4/2026).

Dalam forum tersebut, pemerintah kota menyampaikan capaian positif berupa penurunan angka stunting hingga 17,13 persen pada tahun 2025.

DPRD menilai capaian ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas sektor mulai menunjukkan hasil.

Capaian Positif, Namun Masih Ada Tantangan di Lapangan

Meski terjadi penurunan signifikan, DPRD Samarinda tetap menyoroti adanya sejumlah kecamatan yang belum mencapai target optimal.

Riska Wahyuningsih menegaskan pentingnya penguatan implementasi program di tingkat lapangan agar hasilnya lebih merata.

Namun ia tetap memberikan apresiasi sekaligus optimisme terhadap upaya yang telah berjalan.

“Memang masih ada beberapa kecamatan yang belum sesuai target, tapi secara keseluruhan Insya Allah bisa tercapai tahun ini,” ujarnya.

DPRD Samarinda turut mendorong penguatan program Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) sebagai salah satu strategi utama percepatan penurunan stunting. Program ini dinilai mampu memperluas partisipasi masyarakat dalam mendampingi keluarga yang berisiko stunting.

Dengan pendekatan berbasis komunitas, DPRD berharap intervensi tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga melibatkan kepedulian sosial masyarakat secara langsung.

Pengawasan Diperketat Hingga Tingkat RT

Dalam upaya memastikan program berjalan efektif, DPRD Samarinda mendorong penguatan sistem pengawasan berjenjang hingga tingkat bawah. Pengawasan dilakukan mulai dari kecamatan, kelurahan, hingga RT dengan koordinasi lintas perangkat daerah.

Riska menjelaskan bahwa penggerakan program akan dilakukan secara serentak di lapangan.

“Mulai besok kita turun serentak membuka Posyandu, pengawasannya langsung dari camat. Camat menggerakkan kelurahan, kelurahan ke RT,” jelasnya.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan keaktifan Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Dukungan Fasilitas Melalui Pokir DPRD

Sebagai bentuk dukungan konkret, DPRD Samarinda juga mengalokasikan program melalui Pokok Pikiran (Pokir) untuk memperkuat infrastruktur kesehatan dasar. Program tersebut meliputi pembangunan tiga Posyandu serta pengadaan alat ukur dan alat timbang di 59 kelurahan.

DPRD menilai ketersediaan fasilitas yang memadai akan mempercepat deteksi dini kasus stunting di masyarakat.

Komitmen Bersama Menuju Samarinda Bebas Stunting

DPRD Samarinda menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kota, TP PKK, dan seluruh elemen masyarakat dalam menurunkan angka stunting secara berkelanjutan.

Riska Wahyuningsih menutup dengan harapan besar terhadap keberlanjutan program tersebut.

“Harapannya tentu stunting di Samarinda bisa benar-benar habis,” tegasnya.

Melalui kolaborasi yang kuat, DPRD Samarinda optimistis upaya percepatan penurunan stunting dapat membawa dampak nyata bagi peningkatan kualitas generasi masa depan.

(adv/dprdsmd)

Back to top button