Kaltim Siapkan 6 Refinery Sawit, Hilirisasi Perkebunan Jadi Penggerak Ekonomi

00:00 / 04:32 1×
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim, Arif Murdiyatno
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim, Arif Murdiyatno Foto: Dok. Pojoknegeri
Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif

POJOKNEGERI.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus memperkuat sektor perkebunan sebagai salah satu motor penggerak transformasi ekonomi daerah.

Melalui pengembangan komoditas unggulan, peningkatan produktivitas, serta percepatan hilirisasi, Pemprov Kaltim berupaya membangun struktur ekonomi yang lebih beragam sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sektor ekstraktif.

Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan, memperluas akses pasar ekspor, dan memperkuat daya saing produk lokal.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim, Arif Murdiyatno, mengatakan transformasi ekonomi menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi seluruh pelaku usaha dan pemangku kepentingan sektor perkebunan.

Enam Refinery Perkuat Hilirisasi Sawit

Salah satu fokus pengembangan menyasar komoditas kelapa sawit. Pemprov Kaltim terus mendorong optimalisasi sektor ini melalui peningkatan produksi, pengembangan perkebunan, hingga pengolahan hasil di tingkat hilir.

Saat ini, enam pabrik pemurnian atau refinery kelapa sawit telah dibangun perusahaan besar di Kaltim. Salah satu unit terbaru berlokasi di Kabupaten Kutai Timur.

“Alhamdulillah mudah-mudahan tahun depan sudah bisa berjalan enam refinery ini memproduksi CPO dan turunannya. Ini juga sudah berstandar ekspor, dan mudah-mudahan nanti nilai jual serta nilai tambahnya menjadi lebih baik,” ungkapnya pada Forum Konsultasi Publik Disbun Kaltim, Kamis (5/11/2026).

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan memperkuat industri pengolahan sawit sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk perkebunan sebelum memasuki pasar domestik maupun internasional.

Perkuat Komoditas dan Standar Ekspor

Selain sawit, Disbun Kaltim juga melakukan verifikasi dan pendataan ulang komoditas karet untuk memenuhi persyaratan ketat pasar Eropa. Pemerintah menerapkan langkah serupa terhadap komoditas aren, lada, dan kakao.

Sementara itu, Pemprov Kaltim tengah mempersiapkan sertifikasi Indikasi Geografis (IG) bagi Kopi Liberika Perangat Baru.

Sertifikasi ini diharapkan memperkuat identitas produk sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas.

Dorong Perkebunan Berkelanjutan

Arif menegaskan, peningkatan daya saing perkebunan membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.

Karena itu, ia mengajak pelaku perkebunan menerapkan Good Agricultural Practices (GAP), mulai dari penyediaan benih berkualitas hingga pengelolaan budidaya sesuai standar.

“Saya mengajak kepada seluruh insan pertanian, kita bersama-sama untuk mendorong sektor pertanian ini menjadi lebih baik. Tentunya dimulai dari sektor hulu sampai dengan sektor hilir, mulai dari perbenihan yang berkualitas dan tersertifikasi, hingga budidaya yang sesuai standar,” tegas Arif.

(*)

Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif
Pojoknegeri
Redaksi Pojoknegeri

Tim redaksi Pojoknegeri menyajikan berita independen dan berimbang untuk Indonesia.

Lihat Semua Artikel
Bagikan berita ini: Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram