Mojtaba Khamenei Sebut Kekalahan Trump Tak Mengubah Ancaman terhadap Iran

00:00 / 04:32 1×
Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei
Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei Foto: Dok. Pojoknegeri
Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif

POJOKNEGERI.com – Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menegaskan bahwa perubahan peta politik di Amerika Serikat (AS) tidak akan memengaruhi kebijakan Washington terhadap Teheran.

Ia menilai pergantian kekuatan politik di Kongres maupun kekalahan Partai Republik dalam pemilihan paruh waktu tidak menjamin AS akan mengubah sikap konfrontatifnya terhadap Iran.

Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara setelah perang AS-Israel melawan Iran.

Khamenei menyampaikan pesan itu melalui pernyataan tertulis yang dipublikasikan di situs resminya, beberapa jam setelah Partai Demokrat meraih kemenangan di kedua kamar Kongres AS.

“Mereka yang masih menyimpan secercah harapan bahwa perilaku sistem hegemonik dapat berubah melalui pergeseran partisan atau faksional, atau yang membayangkan bahwa memberikan konsesi kepada Amerika Serikat dapat mencegahnya dari permusuhan terhadap bangsa Iran, sangat keliru,” kata Khamenei, seperti dilaporkan Al Jazeera.

Iran Peringatkan AS soal Serangan Baru

Selain menyoroti dinamika politik Washington, Khamenei juga menyinggung kendali Iran atas Selat Hormuz. Ia mengklaim langkah tersebut telah menghancurkan mitos mengenai ketidak terkalahkan militer AS.

Khamenei sekaligus memperingatkan pemerintah AS agar tidak kembali melancarkan serangan militer terhadap Iran. Menurutnya, Teheran tidak akan tinggal diam apabila Washington mengulangi tindakan tersebut.

“Jika pelanggaran berulang, hal itu akan meluas ke dimensi yang jauh lebih besar,” ujarnya.

Pernyataan itu disampaikan bertepatan dengan peringatan penyitaan Kedutaan Besar AS di Teheran pada 1979.

Iran setiap tahun memperingati peristiwa tersebut sebagai “Hari Nasional Perjuangan Melawan Kesombongan Global”.

Sejak kematian ayah sekaligus pendahulunya, Ali Khamenei, dalam serangan AS-Israel terhadap kantornya pada Februari lalu, Mojtaba belum pernah tampil di hadapan publik.

Trump Akui Perang Iran Berdampak pada Pemilu

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengakui perang melawan Iran kemungkinan turut memengaruhi hasil buruk Partai Republik dalam pemilihan paruh waktu.

Namun, ia menilai kenaikan harga bensin menjadi faktor yang lebih besar dalam menentukan pilihan masyarakat.

“Saya rasa bukan perang penyebabnya. Saya rasa penyebabnya adalah harga bensin,” kata Trump kepada Fox News, Selasa (3/11).

Trump menilai masyarakat AS mungkin mendukung kebijakannya terhadap Iran, tetapi belum tentu bersedia menanggung dampak ekonomi jangka pendek akibat konflik tersebut.

“Orang-orang setuju dengan apa yang saya lakukan terkait Iran, tetapi mereka mungkin sebenarnya tidak bersedia menanggung konsekuensi jangka pendek berupa kenaikan harga bensin,” ujarnya.

Di tengah tekanan politik dan ekonomi tersebut, Trump juga membuka kemungkinan melancarkan serangan militer besar-besaran terhadap Iran.

“Banyak orang ingin melakukan serangan besar. Banyak juga yang tidak,” kata Trump dalam wawancara dengan program Fox & Friends pada Selasa (3/11).

(*)

Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif
Pojoknegeri
Redaksi Pojoknegeri

Tim redaksi Pojoknegeri menyajikan berita independen dan berimbang untuk Indonesia.

Lihat Semua Artikel
Bagikan berita ini: Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram