Pemkab Kukar Terus Matangkan Persiapan MTQH ke-46 Kaltim 2026

00:00 / 04:32 1×
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, H Sunggono
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, H Sunggono Foto: Dok. Pojoknegeri
Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif

POJOKNEGERI.com – Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mematangkan persiapan sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadist (MTQH) ke-46 tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Hingga awal November 2026, progres persiapan telah mencapai lebih dari 80 persen.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar kini memusatkan perhatian pada penyempurnaan teknis pelaksanaan, penataan arena utama, serta kesiapan akomodasi bagi kafilah dari seluruh kabupaten/kota di Kaltim.

Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif

Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, H Sunggono, mengatakan panitia telah menyelesaikan tahapan awal penyusunan materi untuk dipaparkan kepada panitia provinsi dan perwakilan pemerintah kabupaten/kota.

Pemaparan atau ekspos tersebut dijadwalkan berlangsung di Pendopo Bupati Kukar pada Selasa (3/11/2026). Kegiatan ini akan melibatkan unsur Pemerintah Provinsi Kaltim serta perwakilan daerah peserta MTQH.

“Alhamdulillah hari ini kita sudah menuntaskan tahapan persiapan awal untuk bahan ekspos yang akan dilakukan besok terhadap panitia provinsi, termasuk kabupaten/kota yang akan menjadi bagian penting dari pelaksanaan MTQ tingkat provinsi Kalimantan Timur,” ujar Sunggono.

Penataan Arena Jadi Perhatian Panitia

Sunggono menjelaskan, masing-masing bidang telah menyusun materi sesuai tugas dan tanggung jawabnya. Namun, panitia masih membahas sejumlah penyesuaian teknis menyusul perubahan konsep, terutama terkait lokasi kegiatan dan pengaturan penjagaan.

“Memang ada beberapa hal kecil yang tadi ditambahkan sebagai bagian dari dinamika konsep yang berubah. Karena ada perubahan tempat, kemudian juga ada perubahan penjagaan. Itu yang tadi kami diskusikan,” jelasnya.

Selain memastikan kesiapan teknis, panitia juga memberi perhatian terhadap ketertiban dan keindahan arena utama MTQH. Salah satunya melalui pengaturan pemasangan spanduk dan baliho agar tidak mengganggu estetika panggung maupun lokasi kegiatan.

Panitia akan membatasi jumlah spanduk dan baliho serta menyeragamkan ukurannya. Kebijakan tersebut juga berlaku bagi ucapan selamat dari organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan hingga kelurahan.

“Kita berharap untuk tertib, menjaga estetika di panggung atau di arena utama. Spanduk dan baliho yang dipasang kita batasi jumlahnya, ukurannya diseragamkan supaya rapi,” katanya.

Venue Ditetapkan, Hotel dan Homestay Kafilah Dicek

Di sektor fasilitas, Sunggono memastikan panitia telah menetapkan lokasi atau venue yang akan digunakan untuk menyelenggarakan MTQH ke-46 tingkat Provinsi Kaltim.

Pemkab Kukar juga mengecek langsung hotel dan penginapan yang akan menjadi tempat tinggal para kafilah selama mengikuti rangkaian kegiatan. Sunggono bersama pengurus inti melakukan pemeriksaan tersebut sesuai arahan Bupati Kukar.

Pemeriksaan mencakup sejumlah akomodasi yang disiapkan untuk peserta dari Balikpapan, Samarinda, Berau, Paser, Penajam Paser Utara (PPU), Kutai Barat hingga Mahakam Ulu.

“Semua hotel, semua penginapan yang direncanakan menjadi tempat basecamp atau tempat menginap kafilah sudah saya datangi,” ujarnya.

Menurut Sunggono, panitia tidak hanya mengandalkan hotel untuk menampung seluruh peserta. Sejumlah kafilah juga akan menempati homestay dan rumah penduduk yang telah melalui pemeriksaan kelayakan.

Salah satunya kafilah Kutai Timur yang akan memanfaatkan fasilitas homestay serta sejumlah rumah warga sebagai tempat menginap.

“Seperti Kutai Timur pakai homestay, dengan beberapa rumah penduduk yang lain. Tapi sudah dicek juga dan sangat representatif,” tutup Sunggono.

Panitia Belum Klaim Persiapan Rampung

Meski berbagai kebutuhan utama telah disiapkan, Sunggono menegaskan bahwa Pemkab Kukar belum menganggap seluruh persiapan selesai. Panitia masih perlu menuntaskan sejumlah pekerjaan sebelum pelaksanaan MTQH berlangsung.

Ia menyebut progres persiapan saat ini sudah berada di atas 80 persen. Angka tersebut menunjukkan perkembangan positif, meski masih ada beberapa aspek yang harus disempurnakan.

“Belum 100 persen, ini kan belum sampai di situ. Tapi intinya ya sudah di atas 80-an,” ungkapnya.

(*)

Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif
Pojoknegeri
Redaksi Pojoknegeri

Tim redaksi Pojoknegeri menyajikan berita independen dan berimbang untuk Indonesia.

Lihat Semua Artikel
Bagikan berita ini: Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram