AHY Dukung Maluku Utara Jadi Pusat Pertumbuhan Indonesia Timur

POJOKNEGERI.com – Pemerintah Percepat Pembangunan Infrastruktur di Maluku Utara untuk Kurangi Ketimpangan Ekonomi
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan di Maluku Utara.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengurangi ketimpangan ekonomi sekaligus memperkuat pemerataan kesejahteraan masyarakat di wilayah timur Indonesia.
Komitmen itu disampaikan AHY saat menerima kunjungan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda di Jakarta, Jumat (29/5/2026).
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai usulan pembangunan infrastruktur yang dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
AHY mengatakan pemerintah pusat melihat keseriusan Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam menyiapkan arah pembangunan jangka panjang.
Menurut dia, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci agar pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
“Kami melihat adanya visi yang kuat dan perencanaan yang matang. Kemenko Infrastruktur akan mengoordinasikan usulan ini dengan Bappenas, Kementerian PU, serta kementerian teknis lainnya agar pembangunan infrastruktur, khususnya jalan strategis, dapat segera direalisasikan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” kata AHY dalam keterangan tertulis, Jumat (29/5/2026).
Ia menilai pembangunan infrastruktur dasar akan membuka akses ekonomi baru bagi masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di Maluku Utara.
Infrastruktur jalan strategis juga dinilai mampu mempercepat distribusi barang dan jasa sehingga aktivitas ekonomi masyarakat menjadi lebih efisien.
Target Jadi Pusat Pertumbuhan Indonesia Timur
Dalam kesempatan itu, AHY juga menyoroti target jangka panjang Maluku Utara yang ingin menjadi pusat pertumbuhan baru di Indonesia Timur pada 2029.
Menurutnya, daerah tersebut memiliki potensi besar di sektor sumber daya alam dan pariwisata yang perlu didukung dengan infrastruktur memadai.
“Hal itu sejalan dengan target jangka panjang Maluku Utara untuk menjadi pusat pertumbuhan baru di Indonesia Timur pada 2029 sekaligus tuan rumah berbagai agenda nasional berbasis potensi pariwisata dan sumber daya alam,” jelasnya.
Pemerintah pusat menilai posisi strategis Maluku Utara dapat menjadi motor penggerak ekonomi kawasan timur Indonesia. Selain memiliki kekayaan mineral, daerah ini juga mempunyai potensi wisata bahari dan budaya yang dinilai mampu menarik investasi maupun kunjungan wisatawan.
Pertumbuhan Ekonomi Melonjak
Sementara itu, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda memaparkan sejumlah capaian pembangunan daerah yang menunjukkan tren positif.
Salah satu pencapaian yang disorot ialah keberhasilan pemerintah daerah menekan angka stunting di enam kabupaten dan kota. Upaya tersebut bahkan mendapat penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri.
Sherly juga mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Maluku Utara mencapai 34,3 persen atau jauh di atas rata-rata nasional. Menurut dia, capaian tersebut menjadi bukti bahwa kebijakan hilirisasi sumber daya mineral mulai memberikan dampak nyata bagi daerah.
“Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang mencapai 34,3 persen jauh di atas rata-rata nasional dinilai menjadi indikator keberhasilan hilirisasi sumber daya mineral, terutama nikel,” jelasnya.
Meski mencatat pertumbuhan tinggi, Sherly menegaskan pemerintah daerah masih menghadapi tantangan besar dalam memastikan manfaat ekonomi dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.
“Namun, tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah memastikan distribusi kesejahteraan berjalan lebih merata melalui penguatan infrastruktur dasar,” tutup Sherly Tjoanda.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara berharap dukungan pemerintah pusat dapat mempercepat pembangunan infrastruktur dasar, terutama jalan dan konektivitas antarwilayah.
Dengan infrastruktur yang lebih baik, pemerintah daerah optimistis pertumbuhan ekonomi yang tinggi dapat diikuti dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
(*)
