
POJOKNEGERI.com – Jejak sindikat narkoba lintas negara mulai ditelusuri Malaysia setelah seorang pilot asal Negeri Jiran ditangkap di Jakarta.
Empat penyidik Departemen Investigasi Kejahatan Narkotika (NCID) Malaysia datang ke Indonesia untuk menggali keterangan dari pilot yang diduga berulang kali menjalankan tugas sebagai kurir narkoba.
Tim NCID mendapat izin dari otoritas Indonesia untuk mewawancarai pilot berusia 39 tahun tersebut pada 12 dan 13 Agustus.
Penyidik Malaysia akan mendalami informasi mengenai pihak yang memerintahkan pengiriman narkoba hingga jaringan yang menunggu barang tersebut di Indonesia.
Direktur NCID Datuk Hussein Omar Khan mengatakan empat petugas telah tiba di Jakarta pada Rabu pagi.
“Empat petugas NCID telah tiba di Jakarta pagi ini. Kami diberikan kesempatan untuk bertemu dengan warga Malaysia tersebut pada 12 dan 13 Agustus, selama dua hari, untuk mewawancarainya dan mendapatkan detail lebih lanjut,” kata Hussein, seperti dikutip New Straits Times.
Cocokkan Keterangan dengan Penyelidikan Malaysia
NCID akan membandingkan keterangan pilot dengan hasil penyelidikan yang telah dilakukan aparat Malaysia. Penyidik berharap proses tersebut dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai sindikat yang diduga mengatur pengiriman narkoba ke Indonesia.
“Kami akan membandingkan catatan dengan apa yang telah kami peroleh di sini terkait sindikat dan hal-hal lainnya. Kami juga akan menanyainya tentang informasi tersebut agar kami bisa memperoleh detail dan informasi yang lebih akurat,” ucap Hussein.
Selain memeriksa pilot, tim NCID juga akan menemui tiga warga Malaysia asal Kota Kinabalu yang ditangkap di Jakarta dalam kasus narkoba terpisah. Hussein mengatakan jumlah narkoba dalam perkara tersebut relatif sedikit dan diduga untuk penggunaan pribadi.
Pilot Mengaku Tiga Kali Jadi Kurir
Polisi menangkap pilot tersebut di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 28 Juli. Penyidik menduga dia menyelundupkan narkoba ke Indonesia. Hasil pemeriksaan juga menunjukkan pilot tersebut positif mengonsumsi narkoba.
Dalam pemeriksaan awal, pilot itu mengaku mendapat perintah seseorang untuk membawa paket narkoba ke Jakarta dengan imbalan RM50.000.
Dia mengatakan seseorang yang diyakini berada di Malaysia akan mengarahkannya kepada pihak yang mengambil paket setelah dia tiba di Indonesia. Pengambilan narkoba tersebut rencananya berlangsung di sebuah hotel atau penginapan.
Pilot yang telah ditetapkan sebagai tersangka itu juga mengaku sudah tiga kali menjadi kurir narkoba.
NCID akan menilai hasil pemeriksaan di Jakarta sebelum menentukan langkah berikutnya terhadap warga Malaysia lain yang ditahan di Surabaya.
“Kami akan melihat perkembangannya di Jakarta dan memutuskan kemudian,” ucap Hussein.
(*)
