Advertorial
Sedang tren

MBG Jadi Peluang Bagi UMKM, DPRD Samarinda Dorong Keterlibatan Pelaku Usaha Lokal

POJOKNEGERI.com – DPRD Kota Samarinda menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi menjadi salah satu instrumen yang mampu mendorong pergerakan ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku usaha kecil dan pedagang lokal yang selama ini menjadi tulang punggung perdagangan rakyat.

Di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat, DPRD melihat kehadiran program tersebut sebagai peluang untuk menciptakan pasar baru bagi pemasok bahan pangan, UMKM, hingga pedagang tradisional.

Dengan kebutuhan konsumsi dalam jumlah besar setiap hari, program MBG diyakini dapat memberikan efek berganda terhadap aktivitas ekonomi daerah.

Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, mengatakan bahwa pihaknya terus berharap kondisi perekonomian daerah dapat kembali tumbuh dan memberikan dampak positif bagi seluruh sektor usaha.

“Harapan kita, perekonomian Samarinda berjalan dan pulih kembali seperti biasa,” kata Helmi.

Menurut Helmi, pemulihan ekonomi menjadi harapan bersama karena sektor perdagangan rakyat memiliki peran penting dalam menjaga perputaran ekonomi di tingkat lokal. Ketika aktivitas perdagangan kembali meningkat, maka kesejahteraan masyarakat juga berpeluang ikut membaik.

Adaptasi Menjadi Kunci Ketahanan Usaha

Selain mendorong pemulihan ekonomi, DPRD Samarinda juga mengingatkan pentingnya kemampuan adaptasi bagi pelaku usaha dalam menghadapi perubahan kondisi pasar. Penyesuaian strategi usaha dinilai menjadi langkah yang perlu dilakukan agar pelaku usaha dapat mempertahankan stabilitas usahanya.

Helmi menjelaskan bahwa pengelolaan stok barang harus disesuaikan dengan kebutuhan pasar sehingga pedagang tidak menghadapi risiko kerugian akibat penumpukan barang.

“Pedagang sebaiknya menyesuaikan stok dengan kebutuhan, jangan sampai menumpuk barang yang tidak terserap pasar,” katanya.

Langkah tersebut dinilai penting agar pelaku usaha dapat mengelola modal secara lebih efisien sekaligus menjaga kelangsungan usaha di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah.

MBG Berpotensi Perkuat Rantai Pasok Lokal

DPRD Samarinda melihat Program MBG bukan hanya sebagai program sosial, tetapi juga sebagai peluang ekonomi yang mampu memperkuat rantai pasok lokal. Kebutuhan bahan pangan yang besar untuk memenuhi konsumsi peserta program dapat membuka kesempatan bagi petani, pedagang, pemasok, hingga pelaku UMKM di daerah.

Helmi menyebutkan bahwa skala program yang cukup besar memberikan peluang pasar yang menjanjikan bagi pelaku usaha lokal yang selama ini telah menjalankan usahanya secara mandiri.

“Jika program MBG berjalan optimal, kami yakin bisa membantu para pemasok, khususnya pedagang yang sudah lama berusaha namun kini terdampak kondisi pasar,” jelas Helmi.

Menurutnya, jika rantai pasok program mampu melibatkan lebih banyak pelaku usaha lokal, maka manfaat ekonomi yang dihasilkan akan semakin luas dan dapat dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat.

DPRD Dorong Kemudahan Regulasi

Untuk memaksimalkan dampak ekonomi program tersebut, DPRD Samarinda mendorong pemerintah agar memberikan kemudahan bagi pelaku usaha yang ingin terlibat sebagai pemasok. Penyederhanaan regulasi dan birokrasi dianggap menjadi langkah penting dalam memperluas partisipasi UMKM lokal.

“Pemerintah harus memastikan aturan tidak berbelit. Pemasok jangan dipersulit dengan izin dan birokrasi yang panjang,” tegasnya.

DPRD Samarinda meyakini bahwa kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat akan menjadi kunci dalam mempercepat pemulihan ekonomi daerah. Dengan dukungan kebijakan yang berpihak kepada usaha lokal, berbagai peluang yang hadir melalui Program MBG diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat sektor perdagangan rakyat di Kota Tepian.

(*/ADVdprdsmd)

Back to top button