Trump Sebut Peluang Damai dengan Iran Terbuka, Namun AS Tetap Siaga Militer

POJOKNEGERI.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menegaskan bahwa pemerintahannya masih membuka peluang penyelesaian konflik dengan Iran melalui jalur diplomasi.
Meski demikian, ia memastikan Washington tidak akan ragu melanjutkan operasi militer apabila upaya negosiasi menemui jalan buntu.
Pernyataan itu disampaikan Trump saat berbicara kepada wartawan di atas pesawat kepresidenan Air Force One.
Menurutnya, peluang tercapainya kesepakatan damai masih cukup besar meskipun ketegangan kedua negara belum sepenuhnya mereda.
“Saya punya banyak kesabaran… Kita lihat saja apa yang terjadi. Saya pikir ada peluang bagus bahwa sesuatu bisa terjadi,” kata Trump.
Ia menambahkan bahwa pemerintah Amerika Serikat akan mengevaluasi perkembangan pembicaraan sebelum menentukan langkah berikutnya. Namun, Trump juga memberikan sinyal bahwa opsi militer tetap berada di atas meja.
“Jika tidak, kita kembali melakukan apa yang kita lakukan dua hari yang lalu,” imbuh Trump.
Iran Bantah Ada Negosiasi Langsung
Di tengah pernyataan optimistis Trump, Iran dan Amerika Serikat diketahui telah menghentikan serangan selama tiga hari berturut-turut setelah sebelumnya saling melancarkan serangan selama 13 malam. Situasi tersebut memunculkan harapan bahwa kedua negara dapat mengurangi eskalasi konflik melalui jalur diplomatik.
Trump mengklaim para pemimpin Iran telah meminta pertemuan untuk membahas penyelesaian konflik. Menurutnya, tekanan militer yang diberikan Amerika Serikat menjadi alasan utama di balik keinginan Teheran untuk berdialog.
“Satu-satunya alasan mereka ingin bertemu adalah karena kita telah menyerang mereka dengan sangat keras,” ujar Trump.
Namun, pemerintah Iran membantah klaim tersebut. Teheran menegaskan tidak ada perundingan langsung yang sedang berlangsung dengan Washington. Menurut otoritas Iran, komunikasi yang terjadi hanya melalui para mediator yang menyampaikan pesan dari Amerika Serikat.
Trump Pastikan Stok Amunisi AS Tetap Aman
Selain membahas peluang perdamaian, Trump juga menepis kekhawatiran mengenai kondisi persediaan amunisi militer Amerika Serikat setelah konflik berlangsung selama beberapa bulan.
Ia menegaskan bahwa militer AS masih memiliki cadangan amunisi dalam jumlah besar sehingga tidak akan mengalami kendala apabila operasi militer kembali dilakukan.
“Kita memiliki banyak amunisi,” katanya. “Kita juga memiliki banyak amunisi kelas menengah, lebih dari yang bisa kita gunakan, apa pun yang terjadi,” cetusnya.
Pernyataan Trump memperlihatkan bahwa Washington tetap mengedepankan diplomasi sebagai pilihan utama, tetapi pada saat yang sama mempertahankan tekanan militer sebagai bagian dari strategi menghadapi Iran apabila proses negosiasi tidak menghasilkan kesepakatan.
(*)


