DaerahSamarinda
Sedang tren

Wali Kota Samarinda Jadikan Kajian TKD Unmul sebagai Pijakan Perkuat Fiskal 

POJOKNEGERI.com  – Wali Kota Samarinda, Andi Harun menegaskan hasil Kajian Transfer Keuangan Daerah (TKD) dari Universitas Mulawarman (Unmul) menjadi pijakan penting bagi Pemerintah Kota Samarinda dalam memperkuat kebijakan fiskal dan menghadapi tantangan pembangunan ke depan.

Menurut Andi Harun, kajian tersebut memberikan banyak perspektif baru yang dapat digunakan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan, khususnya dalam perencanaan pembangunan dan pengelolaan keuangan daerah.

Penyampaian Laporan Akhir Kajian TKD Kota Samarinda berlangsung di Ruang Rapat Wali Kota, Balai Kota Samarinda, Selasa (7/7/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Andi Harun didampingi Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri, jajaran pejabat pemerintah kota, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah.

Tim Unmul Paparkan Kondisi Fiskal dan Rekomendasi Strategis

Tim kajian Unmul yang dipimpin Dr. Aji Sofyan Effendi memaparkan hasil analisis terkait kondisi fiskal Kota Samarinda, pengaruh transfer keuangan dari pemerintah pusat, serta berbagai rekomendasi strategis untuk menjaga keberlanjutan pembangunan daerah.

Kajian tersebut menyoroti peran transfer keuangan dari pemerintah pusat sebagai salah satu faktor penting yang memengaruhi kemampuan fiskal daerah. Selain itu, tim peneliti juga menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis agar Pemkot Samarinda mampu menjaga keberlanjutan pembangunan, meningkatkan efektivitas penganggaran, serta memperkuat ketahanan fiskal daerah.

Ketua Tim Kajian TKD Unmul, Dr. Aji Sofyan Effendi, mengatakan kajian tersebut disusun menggunakan berbagai sumber data dan pendekatan ilmiah sehingga diharapkan dapat menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

“Hasil kajian ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan bagi Pemerintah Kota Samarinda dalam menyusun langkah-langkah strategis menghadapi tantangan fiskal sekaligus mengoptimalkan berbagai peluang yang dimiliki daerah,” ujarnya.

Pembangunan Tidak Cukup Hanya Mengandalkan Anggaran

Menanggapi hal ini, Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan pembangunan tidak cukup hanya mengandalkan anggaran, tetapi juga harus didukung kualitas perencanaan, basis data yang akurat, serta sinergi seluruh organisasi perangkat daerah.

“Hasil kajian ini memberikan banyak masukan dan perspektif yang penting bagi pemerintah daerah. Ini menjadi bahan evaluasi sekaligus pijakan untuk memperkuat langkah-langkah yang telah dan akan kita lakukan ke depan,” kata Andi Harun.

Ia mengapresiasi tim Universitas Mulawarman yang telah menyusun kajian secara komprehensif sehingga pemerintah daerah dapat melihat berbagai tantangan sekaligus peluang dalam pengelolaan keuangan daerah.

Andi Harun mengaku memperoleh banyak wawasan baru dari hasil pemaparan tersebut.

“Saya sudah mendapatkan banyak insight dari penjelasan yang disampaikan. Akhirnya bisa melihat lebih jelas bagian-bagian yang perlu kita benahi. Saya tidak akan tahu itu kalau tidak mendapatkan paparan seperti ini,” ujarnya.

Suasana rapat sempat mencair ketika Andi Harun melontarkan candaan usai mendengarkan seluruh hasil kajian.

“Sekarang saya sudah dapat paparannya. Besok saatnya saya ‘mukul’ mereka,” ucapnya sambil tersenyum, yang langsung disambut gelak tawa para peserta rapat.

Andi Harun kemudian menjelaskan bahwa yang dimaksud bukanlah secara harfiah, melainkan mendorong seluruh perangkat daerah agar bekerja lebih serius dalam menindaklanjuti rekomendasi yang telah diberikan tim kajian.

“Artinya kita harus bekerja lebih keras, memperbaiki apa yang masih kurang, memperkuat perencanaan, memperbaiki data, sehingga kita semakin kuat, semakin baik, dan semakin banyak peluang yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan Kota Samarinda,” tegasnya.

Pemkot Samarinda berharap hasil Kajian Transfer Keuangan Daerah tersebut menjadi landasan dalam merumuskan kebijakan fiskal yang lebih adaptif, efektif, dan berkelanjutan sehingga mampu mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik serta percepatan pembangunan di Kota Tepian.

(*)

Back to top button