
POJOKNEGERI.com – Pemerintah Kota Samarinda terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemerataan akses pendidikan melalui pembangunan Sekolah Rakyat Permanen di Jalan Stadion Utama, Kecamatan Palaran.
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, meninjau langsung progres pembangunan gedung tersebut pada Rabu (8/7/2026) siang.
Dalam peninjauan itu, Saefuddin Zuhri didampingi sejumlah kepala perangkat daerah terkait serta Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP).
Kehadiran jajaran Pemkot Samarinda di lokasi pembangunan menjadi bentuk pengawasan langsung untuk memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai target dan dapat digunakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Saefuddin memastikan kesiapan fasilitas Sekolah Rakyat Permanen Samarinda menjelang pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026–2027 yang dijadwalkan berlangsung mulai 14 Juli 2026.
Menurut Saefuddin, pembangunan Sekolah Rakyat menjadi bagian penting dalam memperkuat pelayanan pendidikan bagi masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong percepatan penyelesaian pekerjaan agar seluruh fasilitas dapat memberikan manfaat secara optimal bagi para peserta didik.
Progres Pembangunan Terus Dikebut Menjelang MPLS
Saefuddin menyampaikan progres pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Samarinda terus mengalami perkembangan positif. Pemerintah Kota Samarinda optimistis seluruh pekerjaan dapat dirampungkan sebelum pelaksanaan MPLS.
“Alhamdulillah, progres pembangunan terus dikejar. Mudah-mudahan semuanya berjalan sesuai harapan dan arahan Bapak Presiden (Prabowo Subianto, Red), sehingga pada 14 Juli nanti kegiatan MPLS dapat dimulai sebagaimana direncanakan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, peninjauan langsung ke lapangan menjadi langkah penting untuk memastikan berbagai kebutuhan yang masih harus disempurnakan dapat segera ditindaklanjuti. Pemerintah ingin memastikan tidak ada kendala yang menghambat kesiapan sekolah ketika mulai digunakan.
“Melalui peninjauan ini, kita bisa melihat apa yang masih kurang, apa yang perlu diperbaiki, dan apa yang harus segera diselesaikan,” katanya.
Saefuddin juga meminta seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan agar mempercepat penyelesaian pekerjaan akhir, terutama pada bagian fasilitas pendukung yang masih membutuhkan penyempurnaan.
Sinergi Pemerintah Wujudkan Sekolah Rakyat Berkualitas
Pada kesempatan tersebut, Saefuddin menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, khususnya Presiden dan jajaran Kementerian Sosial, yang telah mendukung hadirnya Sekolah Rakyat di Kota Samarinda.
Menurutnya, program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah dalam memperluas kesempatan memperoleh pendidikan yang berkualitas bagi masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo dan seluruh tim Sekolah Rakyat yang telah menghadirkan pembangunan sekolah ini di Samarinda,” ungkapnya.
Ia berharap keberadaan Sekolah Rakyat Permanen Samarinda dapat menjadi contoh pengembangan pendidikan di Kalimantan Timur. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Saefuddin menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian terkait, serta seluruh perangkat daerah.
“Ini adalah sekolah terpadu yang bertujuan mencerdaskan anak-anak kita. Mudah-mudahan kualitas pendidikan dan masa depan generasi kita semakin baik,” harapnya.
Pastikan Fasilitas Siap Digunakan Tepat Waktu
Menjelang pelaksanaan MPLS yang tinggal beberapa hari, Pemkot Samarinda terus mengawal penyelesaian berbagai pekerjaan akhir. Pemerintah memastikan fasilitas utama maupun sarana pendukung dapat berfungsi dengan baik saat kegiatan belajar dimulai.
“Kami telah menyampaikan berbagai masukan kepada pelaksana agar seluruh pekerjaan yang belum rapi segera diselesaikan, termasuk fasilitas yang belum terhubung. Waktu menuju MPLS tinggal enam hari. Kami berharap seluruh proses dapat dipercepat, sehingga Sekolah Rakyat siap digunakan sesuai jadwal,” tandasnya.
Melalui pembangunan Sekolah Rakyat Permanen ini, Pemkot Samarinda menegaskan komitmennya untuk menghadirkan fasilitas pendidikan yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia serta membuka peluang pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat.
(*)

