Warga Lempake Hidupkan Semangat Kemerdekaan Lewat Gotong Royong, Andi Harun Beri Apresiasi

POJOKNEGERI.com – Warga Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, membuktikan bahwa keterbatasan anggaran pemerintah tidak menghalangi masyarakat untuk merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia secara meriah.
Dengan mengandalkan gotong royong dan partisipasi warga, masyarakat Lempake menggelar berbagai kegiatan yang memadukan hiburan, pelestarian budaya, penguatan kebersamaan, hingga pemberdayaan ekonomi lokal.
Wali Kota Samarinda Andi Harun mengapresiasi semangat tersebut saat menghadiri rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang dirangkaikan dengan Hari Jadi ke-56 Kelurahan Lempake, Minggu (9/8/2026).
Andi Harun menilai kegiatan yang digerakkan langsung oleh masyarakat Lempake layak menjadi contoh bagi kelurahan lain di Samarinda.
“Ini satu kegiatan yang patut dicontoh oleh kelurahan lain, terutama nilai-nilai gotong royong dan kebersamaan kampung yang mampu menggerakkan perekonomian dan kebersamaan di kelurahan maupun di masing-masing RT,” ujar Andi Harun.
Gotong Royong Jadi Penggerak Perayaan
Andi Harun melihat tingginya partisipasi warga sebagai bukti bahwa semangat kebersamaan masih menjadi kekuatan utama masyarakat dalam menghidupkan kegiatan di tingkat kelurahan.
Warga tidak hanya menghadirkan berbagai perlombaan, tetapi juga menggelar kegiatan yang melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian warga yakni pembagian hasil panen. Masyarakat mengumpulkan hasil panen dalam dua gundukan untuk kemudian dibagikan dan diperebutkan warga yang mengikuti kegiatan.
Puluhan pelaku UMKM juga ikut meramaikan kegiatan. Mereka memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan berbagai produk kepada masyarakat.
Rangkaian kegiatan di Lempake telah berlangsung sejak beberapa hari sebelumnya. Warga menggelar pertandingan olahraga, jalan santai, lomba tumpeng, hingga lomba pakaian tradisional.
Masyarakat juga mendapatkan akses pangan murah, sementara pelaku UMKM memperoleh ruang untuk memasarkan produknya.
“Pokoknya ramai. Ada pertandingan olahraga, ada jalan santai, ada lomba tumpeng, ada lomba baju tradisional, baju adat, kemudian ada kegiatan pangan murah dan UMKM,” katanya.
Efisiensi Anggaran Tak Hambat Kemeriahan
Andi Harun mengatakan Pemerintah Kota Samarinda memang tengah menjalankan efisiensi anggaran. Kebijakan tersebut membuat sejumlah kegiatan pemerintah yang bersifat seremonial ditiadakan tahun ini.
Namun, ia menegaskan efisiensi tidak boleh menghilangkan semangat masyarakat dalam memperingati hari kemerdekaan.
“Memang kita dalam rangka efisiensi anggaran ada beberapa kegiatan yang bersifat seremonial kita tahun ini tiadakan. Tetapi kemeriahan RI ke-81 tidak berkurang,” tegasnya.
Pemkot Samarinda, kata Andi Harun, justru mendorong masyarakat menghidupkan perayaan kemerdekaan melalui kegiatan yang berbasis gotong royong.
Pemerintah kota memberikan ruang kepada kelurahan dan kecamatan untuk menggelar kegiatan bersama masyarakat di lingkungan masing-masing.
“Kita mendeliver ke seluruh kelurahan untuk perayaannya bersama kecamatan. Kalau dilihat sekarang sudah berlangsung kegiatan-kegiatan di tingkat RT, kelurahan, dan kecamatan,” jelas Andi Harun.
Menurutnya, pola tersebut dapat mengembalikan suasana perayaan kemerdekaan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Kegiatan yang digerakkan bersama warga juga memiliki dampak sosial dan ekonomi. Selain mempertemukan masyarakat, berbagai kegiatan tersebut turut membuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk berjualan.
56 Tumpeng Tandai Usia Kelurahan Lempake
Warga Lempake juga menandai Hari Jadi ke-56 Kelurahan Lempake melalui malam syukuran yang diisi berbagai kegiatan.
Puluhan warga membuat 56 tumpeng sebagai simbol usia Kelurahan Lempake. Andi Harun kemudian memberikan hadiah kepada warga yang ikut membuat tumpeng sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.
Wakil Wali Kota Samarinda H. Saefuddin Zuhri yang turut menghadiri kegiatan juga memberikan hadiah kepada warga yang dinilai mengenakan pakaian adat terbaik.
Para peserta yang mengenakan beragam kostum adat turut mendapatkan hadiah.
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi hiburan bagi warga. Perayaan itu sekaligus membuka ruang untuk memperkenalkan keberagaman budaya serta memperkuat interaksi antarmasyarakat.
Andi Harun menilai semangat gotong royong yang ditunjukkan warga Lempake dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Kota Samarinda.
Ia pun mengajak masyarakat mempertahankan suasana merah putih di lingkungan masing-masing hingga puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
“Saya dari awal menghimbau dan memberi arahan kepada lurah-lurah, ketua-ketua RT agar kemeriahan ala kampung itu dihidupkan kembali. Teman-teman bisa melihat bagaimana suasana memerah putihnya masing-masing kampung di RT di seluruh Kota Samarinda,” pungkasnya.
(*)

