
POJOKNEGERI.com – Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PKS Mardani Ali Sera mendorong Presiden Prabowo Subianto membuka ruang bagi kalangan profesional untuk masuk Kabinet Merah Putih jika pemerintah benar-benar melakukan reshuffle setelah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Mardani menilai Prabowo perlu mengedepankan kapasitas dan integritas dalam menentukan komposisi kabinet. Menurutnya, keputusan melakukan reshuffle sepenuhnya berada di tangan Presiden, tetapi proses tersebut tetap perlu mempertimbangkan prinsip merit system.
Hal ini disampaikan Mardani menyikapi isu penyegaran kabinet atau reshuffle usai 17 Agustus.
“Belum dapat kabar. Intinya itu hak prerogatif Presiden. Tapi merit system perlu jadi pertimbangan,” kata Mardani kepada wartawan, Minggu (9/8/2026).
Dorong Reformasi Birokrasi
Mardani juga meminta pemerintah memperkuat reformasi birokrasi. Ia menilai pemerintah perlu membangun struktur yang lebih ramping tetapi tetap mampu menjalankan fungsi secara optimal.
“Plus perlu diterapkan reformasi birokrasi. Miskin struktur dan kaya fungsi. Presiden Prabowo punya tugas berat. Di beberapa survei tingkat kepuasan publik turun,” kata dia.
Anggota Komisi II DPR RI tersebut menilai kondisi itu menjadi tantangan bagi Prabowo dalam menjalankan pemerintahan. Karena itu, ia menganggap penyegaran kabinet dapat menjadi momentum untuk memperkuat kinerja pemerintah, terutama dengan menempatkan figur yang benar-benar memiliki kemampuan sesuai bidangnya.
Mardani secara terbuka mendukung apabila Prabowo merekrut orang baru untuk mengisi posisi menteri maupun jabatan strategis lainnya. Ia menilai pilihan tersebut tidak harus terbatas pada kader partai politik.
“Bagus kalau mau rekrut orang, yang dikenal publik orang yang punya kapasitas dan integritas. Kalau perlu profesional, tidak harus orang partai. Ada banyak anak bangsa yang berkualitas,” ujarnya.
Istana Sebut Belum Ada Rencana Reshuffle
Isu reshuffle kabinet kembali mencuat menjelang 17 Agustus 2026.
Namun, kabar tersebut hanya berupa reshuffle terbatas untuk mengisi sejumlah posisi yang masih kosong.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi sebelumnya menegaskan belum ada keputusan mengenai reshuffle Kabinet Merah Putih.
“Nah, masalah reshuffle juga perlu kami sampaikan bahwa sampai hari ini belum ada rencana reshuffle Kabinet Merah Putih,” kata Pras kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (7/8).
Ia menyebut pengisian jabatan wakil menteri yang kosong akan menjadi prioritas apabila pemerintah akhirnya melakukan perubahan susunan kabinet.
“Sekali lagi, kalaupun kemudian akan ada terjadi perubahan atau diistilahkan reshuffle, barangkali prioritasnya adalah kepada mengisi jabatan-jabatan yang oleh karena sesuatu hal saat ini jabatan-jabatan itu kosong,” ujarnya.
(*)
