Samarinda
Sedang tren

FKUB Samarinda Periode 2026–2031 Didorong Aktif Jaga Kerukunan dan Deteksi Dini Konflik

POJOKNEGERI.com  – Wali Kota Samarinda Andi Harun mengukuhkan Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Samarinda periode 2026–2031 di Ballroom Arutalla, Kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Samarinda, Selasa (11/8/2026) pagi.

Pengukuhan kepengurusan baru yang dipimpin H. Syaparudin, S.Sos ini menjadi momentum Pemerintah Kota Samarinda memperkuat kolaborasi lintas agama. Andi Harun menegaskan FKUB memiliki posisi strategis dalam menjaga persatuan sekaligus merawat kehidupan masyarakat yang beragam.

Perkuat Persatuan di Tengah Keberagaman

Andi Harun menyampaikan keberagaman agama, suku, dan latar belakang sosial bukan alasan bagi masyarakat untuk terpecah.

Sebaliknya, ia mendorong seluruh elemen menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk membangun Samarinda yang aman, damai, dan harmonis.

Ia kembali mengingatkan pesan Wakil Presiden pertama RI, Mohammad Hatta, mengenai pentingnya persatuan sebagai fondasi kehidupan berbangsa.

“Jatuh bangun negara ini sangat tergantung pada persatuan. Oleh karena itu, persatuan nasional harus terus kita perkokoh,” tegas Andi Harun.

Menurutnya, pengukuhan FKUB periode 2026–2031 tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial atau sekadar pergantian kepengurusan. Kepengurusan baru harus memperkuat FKUB sebagai ruang komunikasi, koordinasi, dan dialog lintas agama.

Hadir di Tengah Masyarakat

Andi Harun meminta FKUB memperluas jangkauan kegiatan hingga ke tengah masyarakat. Ia mendorong forum tersebut aktif mendatangi sekolah, mengembangkan dialog lintas agama, serta memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan peran FKUB secara lebih luas.

“Saya berharap FKUB aktif mendatangi sekolah-sekolah, memperkuat dialog lintas agama, dan memanfaatkan media sosial agar keberadaan serta peran FKUB semakin dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya deteksi dini terhadap potensi persoalan sosial. FKUB harus mampu membaca dinamika di lapangan, mengidentifikasi potensi konflik sejak awal, dan memperkuat koordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

“FKUB harus cepat melakukan deteksi terhadap potensi persoalan di seluruh wilayah dan memperkuat koordinasi dengan Forkopimda,” pesannya.

Perkuat Toleransi dan Keharmonisan

Kepala Badan Kesbangpol Kota Samarinda Yosua Laden, S.STP, M.Si menjelaskan pembentukan dan pengukuhan FKUB mengacu pada amanat Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Tahun 2006. FKUB berperan menjaga, memelihara, dan mengembangkan kerukunan umat beragama sekaligus memperkuat toleransi.

Ketua FKUB Provinsi Kaltim K.H. Muhammad Rasyid juga menyambut positif kepengurusan baru tersebut. Ia berharap FKUB Samarinda mampu menjadi barometer bagi daerah lain di Kaltim.

“Hampir separuh kepengurusan berganti dengan yang baru. Ini berarti telah melewati proses seleksi potensi dan memiliki semangat yang tinggi,” ujarnya.

Andi Harun menegaskan kerukunan membutuhkan kerja bersama dan kehadiran nyata di tengah masyarakat.

“Kerukunan bukan sekadar keadaan tanpa konflik. Kerukunan harus dibangun melalui dialog, kepedulian, dan kehadiran bersama di tengah masyarakat,” tegasnya.

(*)

Back to top button