Pergantian Pimpinan BGN, Waketum Golkar Harap Jadi Momentum Pembenahan Tata Kelola

POJOKNEGERI.com – Langkah Presiden Prabowo Subianto melakukan pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) mendapat apresiasi.
Salah satu pujian datang dari Anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo (Bamsoet).
Menurutnya, langkah itu sebagai bentuk respons terhadap berbagai aspirasi masyarakat terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bamsoet menilai kebijakan itu menunjukkan bahwa pemerintah mendengarkan kritik dan masukan publik. Ia menekankan bahwa langkah korektif tersebut penting untuk memastikan program prioritas nasional tetap berjalan sesuai tujuan awalnya, yakni meningkatkan kualitas gizi anak bangsa.
Pemerintah Responsif terhadap Aspirasi Publik
Bamsoet menegaskan bahwa pergantian pimpinan BGN mencerminkan kepemimpinan yang responsif. Ia menilai Presiden Prabowo tidak ragu melakukan evaluasi ketika ada berbagai persoalan dalam pelaksanaan program di lapangan.
“Presiden Prabowo menunjukkan kepemimpinan yang responsif dengan melakukan koreksi terhadap BGN. Langkah ini mencerminkan kesediaan Presiden mendengar aspirasi masyarakat sekaligus memastikan program prioritas negara berjalan sesuai tujuan awalnya, yakni meningkatkan kualitas gizi anak bangsa,” ujar Bamsoet dalam keterangannya, Sabtu (6/6/2026).
Ia menambahkan bahwa dinamika pelaksanaan program besar seperti MBG memang sering memunculkan berbagai tantangan. Oleh karena itu, pemerintah perlu terus melakukan penyesuaian agar kebijakan tetap efektif dan tepat sasaran.
Dorongan Penguatan Integritas Aparatur Negara
Bamsoet meminta seluruh aparatur negara menjadikan pergantian pimpinan BGN sebagai momentum untuk memperkuat integritas dan profesionalisme. Ia menekankan pentingnya setiap pejabat menjalankan tugas dengan orientasi pelayanan publik, bukan kepentingan pribadi atau kelompok.
Menurutnya, kepercayaan masyarakat hanya dapat terjaga jika seluruh pelaksana program bekerja secara transparan dan akuntabel. Ia juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang menyalahgunakan program prioritas pemerintah untuk keuntungan tertentu.
“Melalui koreksi pada BGN, Presiden juga sedang mengingatkan seluruh jajaran pemerintah agar tidak menyalahgunakan program prioritas negara. Jangan ada yang mengatasnamakan kepentingan rakyat untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Kepercayaan publik harus di jaga melalui kinerja yang transparan dan akuntabel,” jelas Bamsoet.
Evaluasi Program Berskala Besar Penting
Bamsoet menjelaskan bahwa pelaksanaan Program MBG yang memiliki cakupan luas menghadapi banyak tantangan teknis. Ia menyebut beberapa di antaranya meliputi distribusi makanan ke berbagai wilayah, pengawasan kualitas pangan, pengelolaan anggaran, serta kesiapan sumber daya manusia di lapangan.
Ia menilai evaluasi berkala menjadi kunci agar program tetap berjalan efektif tanpa mengorbankan kualitas layanan kepada masyarakat. Menurutnya, pemerintah harus memastikan setiap tahap pelaksanaan sesuai standar yang telah ditetapkan.
Penegakan Hukum Harus Tegas dan Transparan
Selain pembenahan tata kelola, Bamsoet juga menyoroti pentingnya penegakan hukum terhadap kasus yang menyeret sejumlah pihak di lingkungan BGN. Ia menegaskan bahwa proses hukum harus berjalan secara profesional, objektif, dan terbuka.
Ia meminta aparat penegak hukum tidak memberikan perlakuan khusus kepada siapa pun yang terlibat pelanggaran. Langkah tersebut dianggap penting untuk menjaga kredibilitas program MBG sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah.
“Mantan pimpinan BGN yang telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh aparat penegak hukum, proses hukumnya harus berjalan secara profesional, objektif, dan terbuka. Jangan sampai ada kesan bahwa program yang sangat baik ini tercoreng oleh ulah segelintir oknum. Penegakan hukum yang tegas akan memperkuat kepercayaan masyarakat bahwa pemerintah serius menjaga integritas program MBG,” tutup Bamsoet.
(*)


