DaerahSamarinda
Sedang tren

Sensus Ekonomi 2026 Jadi Fondasi Arah Pembangunan Samarinda

POJOKNEGERI.com – Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan pentingnya Sensus Ekonomi 2026 sebagai fondasi utama dalam menentukan arah pembangunan daerah dan menjaga kualitas pertumbuhan ekonomi Kota Samarinda di masa depan.

Hal itu disampaikan Andi Harun saat menjadi narasumber dalam Dialog Publika “LIVE” bertema Menentukan Arah Pembangunan dengan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar TVRI Kalimantan Timur di Studio 2 TVRI Kaltim, Jalan Ery Suparjan No. 1 Samarinda, Jumat (22/5/2026).

Dialog yang dipandu Erwinsyah tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Kepala BPS Samarinda Supriyanto, Kepala Tim Implementasi KEKDA BI Kaltim Abraham Wahyu Nugroho, Kabid Pendapatan Pajak I Bapenda Samarinda Fitria Wahyuni, serta Pengamat Ekonomi Pembangunan Rian Hilmawan.

Data Jadi Dasar Kebijakan Pembangunan

Dalam paparannya melalui Zoom dari Ruang Rapat Wali Kota Samarinda, Andi Harun menyampaikan bahwa sensus ekonomi bukan hanya sekadar pendataan statistik, melainkan cerminan kondisi ekonomi daerah sekaligus dasar dalam menyusun kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.

“Kolaborasi dan sinergi antar semua elemen masyarakat itu begitu menentukan arah perjalanan masa depan kita. Sensus ekonomi tidak hanya sekadar mencatat angka, tetapi menjadi refleksi tantangan hari ini dan bagaimana kita mengonstruksi masa depan,” ujarnya.

Menurut Andi Harun, data hasil sensus nantinya akan menjadi acuan penting dalam penguatan ekonomi daerah, pemetaan investasi, hingga pengembangan UMKM.

Mengutip pernyataan pakar data scientist Clive Humby, ia mengatakan “the data is the new oil”, lalu mengembangkan konsep tersebut menjadi “the data is the new infrastructure governance”.

Andi Harun mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Samarinda saat ini mencapai 6,22 persen dan masuk kategori top tier di antara kota-kota besar di Indonesia, bahkan melampaui rata-rata nasional.

Meski demikian, ia meminta semua pihak tetap waspada terhadap struktur pembentuk ekonomi daerah yang masih didominasi sektor konstruksi dan perdagangan.

Menurutnya, sektor konstruksi masih sangat bergantung pada aktivitas pembangunan dan belanja pemerintah melalui APBD sehingga berpotensi melambat ketika pembangunan menurun.

“Pertumbuhan ekonomi kita bagus, tapi pondasi pembentuknya masih didominasi konstruksi. Artinya, kita harus tetap waspada,” katanya.

Selain itu, sektor perdagangan juga dinilai rentan terhadap gangguan distribusi dan rantai pasok karena sebagian besar kebutuhan bahan pokok dan material masih berasal dari luar daerah.

Inflasi Samarinda Tetap Terkendali

Di tengah pertumbuhan ekonomi yang positif, Andi Harun memastikan kondisi inflasi Kota Samarinda masih berada dalam batas aman, yakni 2,90 persen atau masih di bawah rentang nasional 2,5 plus minus 1 persen.

Namun demikian, Pemerintah Kota Samarinda tetap mewaspadai sejumlah komoditas dan faktor yang berpotensi memicu kenaikan inflasi, seperti harga minyak goreng, cabai rawit, hingga biaya transportasi udara akibat kenaikan harga avtur dan tarif penerbangan nasional.

Samarinda Bergerak Menuju Kota Jasa dan Perdagangan

Andi Harun menegaskan Pemkot Samarinda terus mendorong transformasi ekonomi dari sektor berbasis sumber daya alam menuju sektor jasa dan perdagangan yang lebih berkelanjutan.

Ia menyebut Samarinda mulai meninggalkan ketergantungan terhadap sektor pengolahan berbasis sumber daya alam dan berkembang menjadi kota perdagangan dan jasa.

“Biarlah daerah-daerah lain menambang, nanti belanjanya di Samarinda,” ucapnya disambut suasana dialog yang cair.

Untuk mendukung transformasi tersebut, Pemkot Samarinda terus melakukan reformasi birokrasi, khususnya dalam pelayanan perizinan agar lebih cepat, mudah, dan bebas pungutan liar.

Andi Harun bahkan menekankan pentingnya pemerintah bertransformasi menjadi the government entrepreneur yang adaptif terhadap kebutuhan dunia usaha dan investasi.

Sensus Ekonomi 2026 Hadirkan Pendataan Digital

Sementara itu, Sementara itu, Kepala BPS Samarinda Supriyanto menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 akan menghadirkan banyak perubahan dibanding sensus tahun 2016.

Menurutnya, perkembangan ekonomi digital kini menjadi bagian penting dalam pendataan, mulai dari QRIS, BRILink, transportasi daring, influencer, jasa digital, hingga usaha berbasis media sosial.

Selain itu, proses pendataan juga telah sepenuhnya menggunakan sistem digital berbasis website dan Android.

“Tidak ada lagi menggunakan kertas. Semua sudah berbasis aplikasi,” jelasnya.

Supriyanto juga menyebut sektor pertanian kembali dimasukkan dalam cakupan sensus karena banyak pelaku usaha pertanian kini mengembangkan produk turunan bernilai tambah.

(*)

Back to top button