DaerahSamarinda
Sedang tren

Perkuat Kepemimpinan ASN, Andi Harun Bawa Pesan Kebangsaan dan Digitalisasi Pemerintahan

POJOKNEGERI.com  – Wali Kota Samarinda Andi Harun mendorong aparatur sipil negara (ASN) untuk menjadi pemimpin perubahan yang memiliki karakter, integritas, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Pesan itu disampaikan saat dirinya menjadi narasumber dalam Pelatihan Pemerintahan bagi Jabatan Administrator di Lembaga Administrasi Negara (LAN), Kamis (16/7/2026).

Membawakan materi bertajuk Etika dan Integritas Kepemimpinan, Andi Harun menegaskan bahwa ASN memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga arah pembangunan bangsa.

Ia meminta aparatur menempatkan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

Menurut Andi Harun, pemerintahan yang kuat tidak hanya melalui sistem dan regulasi, tetapi juga melalui kualitas sumber daya manusia yang memiliki kompetensi, etika, dan integritas.

“ASN merupakan penerus perjuangan bangsa yang harus mengutamakan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan,” tegasnya.

Karakter Bangsa Menjadi Fondasi Utama Pemerintahan

Dalam pemaparannya, Andi Harun menyampaikan bahwa pembangunan negara tidak boleh hanya berorientasi pada kemajuan ekonomi dan teknologi. Ia menilai karakter bangsa serta jiwa kebangsaan menjadi dasar utama dalam membangun penyelenggaraan negara.

“Sebelum kita membangun ekonomi, teknologi, pertahanan, dan keamanan, yang paling utama adalah membangun jiwa bangsa. Di situlah ruh penyelenggaraan negara,” tegasnya, mengutip pidato Bung Karno.

Ia menjelaskan, Pancasila bukan hanya menjadi dasar negara, tetapi juga menjadi falsafah dan sumber nilai yang harus menjadi pedoman seluruh penyelenggara pemerintahan.

Andi Harun juga mengutip pemikiran Benedict Anderson mengenai Imagined Communities. Menurutnya, Indonesia lahir dari kesadaran kolektif yang mampu menyatukan berbagai perbedaan, mulai dari suku, agama, bahasa, hingga budaya.

Dorong ASN Keluar dari Zona Rutinitas

Dalam kesempatan itu, Andi Harun mengingatkan ASN agar tidak menjalankan tugas sebatas rutinitas administratif. Ia mendorong setiap pejabat untuk menghadirkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Jangan hanya datang ke kantor, bekerja sebagai rutinitas, lalu pulang tanpa menghasilkan perubahan. Setiap jabatan adalah amanah yang harus melahirkan dampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia meminta peserta pelatihan menyusun aksi perubahan yang mampu menjawab persoalan publik secara berkelanjutan, bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif.

Sebagai mentor dalam berbagai pelatihan kepemimpinan, Andi Harun mengatakan ia selalu melakukan evaluasi mendalam terhadap rancangan aksi perubahan peserta. Langkah tersebut dilakukan agar setiap inovasi yang dibuat benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan pelayanan publik.

Peserta pelatihan sendiri berasal dari berbagai daerah, di antaranya Samarinda, Bontang, Kutai Timur, Paser, Mahakam Ulu, Tabalong, hingga Institut Teknologi Kalimantan (ITK).

Samarinda Bidik Pemerintahan Berbasis Artificial Intelligence

Selain membahas kepemimpinan ASN, Andi Harun turut memaparkan transformasi digital yang sedang disiapkan Pemerintah Kota Samarinda melalui platform SAMAGOV (Samarinda Government).

Platform tersebut menjadi fondasi menuju tata kelola pemerintahan berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Pengembangannya dilakukan bersama tenaga ahli AI berpengalaman untuk memperkuat efektivitas pelayanan dan pengambilan keputusan pemerintah.

“Insya Allah, paling lambat dua tahun ke depan sebelum masa jabatan saya berakhir, Samarinda akan menjadi pemerintah daerah pertama yang memiliki sistem pemerintahan berbasis Artificial Intelligence secara menyeluruh,” ungkapnya.

Menurut Andi Harun, teknologi AI akan membantu pemerintah mengambil keputusan secara lebih cepat dan akurat. Salah satunya dalam memastikan penyaluran bantuan sosial tepat sasaran serta mencegah potensi penyimpangan.

“Hampir semua persoalan pemerintahan bermuara pada tata kelola. Karena itu, kita harus membangun sistem yang mampu membantu pengambilan keputusan secara lebih akurat,” jelas Andi Harun.

Melalui penguatan kapasitas ASN dan pemanfaatan teknologi digital, Pemerintah Kota Samarinda terus mendorong terwujudnya birokrasi yang profesional, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

(*)

Back to top button