Samarinda
Sedang tren

Andi Harun Tegaskan Lampu Jembatan Achmad Amins Padam Akibat Pencurian Kabel, Bukan Tunggakan Listrik

POJOKNEGERI.com – Wali Kota Samarinda, Andi Harun menegaskan lampu di Jembatan Achmad Amins padam karena kabel instalasi penerangan dicuri, bukan akibat persoalan pembayaran listrik.

Hal ini ditegaskan Andi Harun membantah pernyataan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud yang menyebut padamnya lampu penerangan di jembatan itu disebabkan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tidak mampu membayar tagihan.

Menurut Andi Harun, informasi tersebut tidak benar.

“Jangan disebarluaskan hoaks bahwa kita tidak mampu bayar. Itu keliru dan menyesatkan. Kabelnya dicuri. Saya yakin beliau (Gubernur) tidak salah, hanya informasi yang masuk ke beliau yang keliru,” kata Andi Harun kepada wartawan, Kamis (23/7/2026).

Pencurian Kabel Terjadi di Sejumlah Lokasi

Andi Harun mengatakan, pencurian kabel tidak hanya terjadi di Jembatan Achmad Amins, tetapi juga menimpa jaringan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di sejumlah ruas jalan, termasuk kawasan Jalan Pahlawan hingga Pasar Segiri.

Ia mengungkapkan, para pelaku menggunakan modus menyamar sebagai petugas resmi dengan mengenakan pakaian lapangan menyerupai milik PLN maupun Telkom sehingga tidak menimbulkan kecurigaan masyarakat.

“Canggihnya para pencuri kabel ini. Mereka memakai baju lapangan seperti petugas PLN dan Telkom. Jadi orang mengira mereka memang sedang bekerja,” ujarnya.

Apresiasi kepada Polresta Samarinda

Andi Harun mengapresiasi Polresta Samarinda yang telah mengungkap kasus tersebut dan menangkap para pelaku pencurian kabel.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Kapolres. Semua pencuri itu sudah ditangkap. Yang mencuri kabel di Achmad Amins ditangkap, yang mencuri kabel di Jalan Pahlawan juga ditangkap. Hanya saja kabelnya sudah dijual, sedangkan pelakunya sudah ditahan,” katanya.

Meski demikian, ia menjelaskan penggantian kabel tidak bisa dilakukan secara langsung karena aset tersebut merupakan hasil pengadaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Akibatnya, pengadaan kabel baru harus melalui mekanisme administrasi dan penganggaran sesuai ketentuan yang berlaku.

“Karena kabel itu pengadaannya lewat APBD, tidak bisa begitu saja setelah dicuri langsung diganti. Harus melalui proses penganggaran terlebih dahulu,” ujarnya.

Soal Kondisi Keuangan Pemkot Samarinda

Andi Harun juga menanggapi isu mengenai kondisi keuangan Pemkot Samarinda. Ia mengakui pemerintah daerah masih memiliki utang, tetapi hal itu merupakan konsekuensi dari pelaksanaan pembangunan dan tetap dikelola secara bertanggung jawab.

“Memang ada utang. Emang salah kalau berutang? Yang penting kita bertanggung jawab. Utang itu digunakan untuk pembangunan,” ucapnya.

Andi Harun pun mengajak seluruh pihak, termasuk pejabat publik, untuk melakukan tabayun atau memeriksa kebenaran informasi sebelum menyampaikannya kepada masyarakat.

“Kalau menerima informasi, tabayun dulu. Dicek dulu benar atau tidak. Supaya kita tidak menyebarkan hoaks,” katanya.

Menurut Andi Harun, informasi yang tidak benar dapat menimbulkan persepsi keliru seolah-olah Pemkot Samarinda mengalami kesulitan keuangan.

“Bayangkan kalau informasi itu viral bahwa Samarinda tidak mampu membayar lampu. Kasihan aparatur kami, padahal faktanya bukan seperti itu,” ujarnya.

Di akhir keterangannya, Andi Harun mengatakan Pemerintah Kota Samarinda tetap terbuka apabila Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur ingin memberikan dukungan anggaran bagi pembangunan di ibu kota provinsi tersebut.

“Kalau memang Samarinda membutuhkan bantuan anggaran dan Pemerintah Provinsi ingin membantu, tentu kami sangat terbuka. Yang terpenting, informasi yang disampaikan kepada publik harus berdasarkan fakta,” pungkasnya.

(*)

Back to top button