Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Nelayan, Andi Harun Tinjau Pembangunan TPI Modern Harapan Baru

POJOKNEGERI.com – Samarinda terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya menjadi aset daerah, tetapi juga mampu memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.
Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui pembangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Harapan Baru di Kecamatan Loa Janan Ilir.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun turun langsung meninjau TPI tersebut untuk memastikan bangunan tersebut benar-benar siap digunakan masyarakat sebelum diresmikan.
“Bagi saya, sebelum meresmikan sebuah bangunan, saya harus memastikan terlebih dahulu bahwa seluruh pekerjaan telah selesai dan benar-benar siap dimanfaatkan masyarakat,” kata Andi Harun usai peninjauan, Kamis (30/7/2026).
Utamakan Manfaat Ekonomi bagi Nelayan dan Pelaku Usaha Perikanan
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak diukur dari megahnya bangunan atau besarnya anggaran yang dikeluarkan. Yang lebih penting adalah sejauh mana fasilitas tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku usaha perikanan.
TPI Harapan Baru dibangun Pemerintah Kota Samarinda dengan anggaran sekitar Rp8 miliar. Fasilitas tersebut dilengkapi area pelelangan modern, 22 lapak pedagang, serta cold storage berkapasitas 120 ton yang diproyeksikan mampu menjaga kualitas hasil tangkapan nelayan sebelum dipasarkan.
Andi Harun menilai keberadaan TPI modern akan menciptakan sistem perdagangan ikan yang lebih tertata, higienis, dan efisien dibanding sebelumnya. Selain menjadi tempat transaksi, kawasan tersebut juga dipersiapkan sebagai pusat distribusi hasil perikanan di Kota Samarinda.
“Masyarakat membutuhkan fasilitas yang bersih, nyaman, dan representatif. Ke depan kawasan ini tidak hanya menjadi tempat pelelangan ikan, tetapi juga akan kita arahkan menjadi pusat hilirisasi sektor perikanan,” ujarnya.
Fasilitas Pendukung Masih Disempurnakan
Meski pembangunan fisik telah rampung, Andi Harun meminta sejumlah fasilitas pendukung segera disempurnakan. Ia menyoroti pentingnya penerangan kawasan, kapasitas parkir, serta kelancaran akses kendaraan pengangkut hasil perikanan agar aktivitas perdagangan tidak terganggu ketika TPI mulai beroperasi.
Ia juga menegaskan pengembangan kawasan akan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan dan kemampuan keuangan daerah. Pemerintah tidak ingin membangun fasilitas secara berlebihan sebelum melihat tingkat pemanfaatannya oleh masyarakat.
“Kalau nanti aktivitasnya berkembang dan kemampuan fiskal daerah memungkinkan, tentu kapasitas TPI akan kita tambah. Lahannya masih tersedia sehingga pengembangan sangat memungkinkan,” katanya.
Selain mendukung aktivitas nelayan, TPI Harapan Baru juga diproyeksikan menjadi instrumen pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan pangan, mengendalikan inflasi, sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perikanan.
Saat ini, Pemkot Samarinda masih mengkaji pola pengelolaan terbaik, baik melalui sistem swakelola maupun kerja sama pemanfaatan aset, agar operasional TPI berjalan profesional, efisien, dan memberikan manfaat jangka panjang.
Bangun Ekosistem Perikanan Modern di Kota Samarinda
Menurut Andi Harun, pembangunan infrastruktur harus mampu menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat. Karena itu, setiap proyek yang dibangun pemerintah diarahkan tidak hanya menjadi aset daerah, tetapi juga mampu menciptakan aktivitas ekonomi baru yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan warga.
“Dari TPI Harapan Baru ini kami ingin membangun ekosistem perikanan yang modern. Bukan sekadar menghadirkan bangunan baru, tetapi menciptakan pusat ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan dan memperkuat ketahanan pangan Kota Samarinda,” tuturnya.
Dengan rampungnya pembangunan TPI modern tersebut, Pemerintah Kota Samarinda optimistis sektor perikanan akan semakin berkembang. Kehadiran fasilitas baru itu diharapkan menjadi pusat aktivitas perdagangan ikan yang lebih tertata, meningkatkan daya saing produk perikanan lokal, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir di Kota Tepian.
(*)


