DPRD Samarinda Minta Teras Samarinda Tahap II Segera Difungsikan untuk Masyarakat

POJOKNEGERI.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda terus menunjukkan komitmennya dalam mengawal efektivitas pembangunan daerah, termasuk proyek strategis Teras Samarinda Tahap II yang kini menjadi salah satu fokus perhatian utama.
DPRD menekankan pentingnya percepatan pemanfaatan fasilitas publik tersebut agar segera memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, mendorong Pemerintah Kota Samarinda untuk segera membuka dan mengoperasikan kawasan Teras Samarinda Tahap II bagi publik.
Ia menilai, fasilitas yang sudah selesai dibangun tidak boleh dibiarkan belum berfungsi secara maksimal.
“Kami berharap fasilitas tersebut sudah benar-benar dapat beroperasi dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” kata Abdul Rohim.
Menurut DPRD, keberadaan Teras Samarinda tidak hanya menjadi proyek penataan kawasan tepian Sungai Mahakam, tetapi juga menjadi simbol transformasi ruang publik modern di Kota Samarinda. Oleh karena itu, setiap fasilitas yang telah dibangun harus segera dihidupkan agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh warga.
Teras Samarinda sebagai Pusat Aktivitas Sosial dan Ekonomi
DPRD Kota Samarinda menilai bahwa Teras Samarinda memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas sosial, ekonomi, dan pariwisata kota. Kawasan yang membentang dari sekitar Kantor Gubernur Kalimantan Timur hingga Dermaga Mahakam Ilir di Jalan Gajah Mada ini dirancang sebagai ruang publik yang inklusif dan produktif.
Abdul Rohim menegaskan bahwa pemerintah kota perlu memastikan kawasan tersebut tidak hanya menjadi ruang estetika, tetapi juga ruang hidup yang mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa keberadaan ruang publik yang tertata dengan baik akan menciptakan peluang baru bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan meningkatnya aktivitas masyarakat di kawasan tersebut, UMKM dapat tumbuh dan berkembang secara lebih dinamis.
DPRD Kota Samarinda juga menilai bahwa Teras Samarinda memiliki potensi besar untuk meningkatkan daya tarik wisata kota. Konsep ruang terbuka modern di kawasan tepian Sungai Mahakam diyakini mampu menjadi magnet baru bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.
Abdul Rohim menegaskan bahwa pembangunan ruang publik harus memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan.
“Pembangunan tidak boleh berhenti pada penyelesaian fisik saja, tetapi harus benar-benar bisa digunakan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa setiap proyek pembangunan harus dirancang untuk memberikan dampak langsung kepada masyarakat, bukan sekadar menjadi pencapaian fisik semata.
DPRD Minta Pemerintah Selesaikan Kendala Teknis
Dalam pengawasan terhadap proyek ini, DPRD Kota Samarinda juga meminta pemerintah daerah untuk segera mengidentifikasi dan menyelesaikan berbagai kendala teknis maupun administratif yang masih menghambat operasional Teras Samarinda Tahap II.
Abdul Rohim menegaskan bahwa setiap hambatan harus ditangani dengan cepat agar tidak menunda pemanfaatan fasilitas publik yang telah dibangun menggunakan anggaran daerah.
“Jika ada kendala, kami minta segera ditelusuri dan diselesaikan. Jangan sampai berlarut-larut tanpa kepastian,” tegasnya.
Selain Teras Samarinda, DPRD Kota Samarinda juga menyoroti sejumlah proyek infrastruktur lainnya yang telah selesai secara administratif namun belum beroperasi secara optimal. DPRD menekankan pentingnya percepatan pengoperasian seluruh fasilitas publik agar manfaat pembangunan dapat segera dirasakan masyarakat.
Abdul Rohim menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari selesainya konstruksi, tetapi juga dari sejauh mana fasilitas tersebut berfungsi dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Bukan hanya Teras Samarinda, tapi semua proyek. Mau itu kolam retensi, fasilitas publik, atau infrastruktur lainnya, kalau sudah selesai ya harus langsung difungsikan,” tutupnya.
Dengan dorongan ini, DPRD Kota Samarinda menegaskan perannya sebagai pengawas sekaligus pendorong agar setiap pembangunan daerah benar-benar menghadirkan manfaat nyata, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta memperkuat wajah kota sebagai pusat pertumbuhan yang modern dan berdaya saing.
(*/ADVdprdsmd)

