
POJOKNEGERI.com – Pemerintah semakin serius mengakselerasi proyek hilirisasi ayam terintegrasi yang digadang-gadang menjadi salah satu motor penggerak swasembada protein hewani nasional.
Bahkan, proyek strategis ini mendapat perhatian dan pengawasan langsung dari Presiden Prabowo Subianto sehingga seluruh pihak yang terlibat diminta bergerak cepat tanpa menunda pelaksanaan di lapangan.
Komitmen percepatan proyek itu mengemuka dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pemerintah pusat dengan sejumlah pemerintah daerah. Termasuk Provinsi Gorontalo, Kabupaten Boalemo, dan Kabupaten Bima, yang berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (12/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin pelaksanaan proyek hanya berhenti pada tahap perencanaan. Menurutnya, hasil nyata di lapangan harus segera terlihat agar manfaat ekonomi dan sosial dapat dirasakan masyarakat.
Agung Suganda Diberi Tugas Baru di PT Berdikari
Agung mengungkapkan dirinya baru saja ditunjuk sebagai Komisaris Utama PT Berdikari. Penugasan tersebut diyakini menjadi langkah strategis pemerintah untuk mempercepat implementasi proyek hilirisasi ayam yang telah lama dipersiapkan.
Menurut Agung, keberadaannya di jajaran komisaris bersama direksi baru diharapkan mampu memperkuat koordinasi antara pemerintah dan perusahaan.
“Yang paling penting di lapangannya harus segera kelihatan bentuknya, tapi bismillah dengan penandatangan MoU ini, saya yakin bisa lebih cepat. Karena bapak menteri telah menugaskan saya untuk masuk bergabung dengan Berdikari sebagai Komisaris Utama bersama dengan tiga direksi baru. Tentu harapannya mempercepat langkah kita,” ujar Agung.
Penunjukan tersebut sekaligus menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengawal proyek yang diproyeksikan menjadi tulang punggung pengembangan industri perunggasan nasional.
Menteri Pertanian Terus Kawal Perkembangan Proyek
Agung mengaku hampir setiap hari mendapatkan arahan langsung dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terkait perkembangan proyek hilirisasi ayam terintegrasi. Bahkan, proyek tersebut menjadi salah satu topik utama yang selalu ditanyakan oleh Menteri Pertanian dalam berbagai kesempatan.
Menurutnya, perhatian besar pemerintah muncul karena proyek ini memiliki dampak strategis terhadap ketahanan pangan nasional dan peningkatan produksi protein hewani di Indonesia.
“Setiap pagi setiap ketemu Pak Menteri, termasuk tadi pagi jam setengah 6. Yang pertama kali. Kalau sudah melihat saya, tanyanya pasti hilirisasinya gimana ayamnya? Udah kamu kawal betul pastikan hilirisasi ayamnya segera jalan. Karena apa? Hilirisasi ayam terintegrasi ini betul-betul dipantau, dimonitor oleh Bapak Presiden,” tambahnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa proyek hilirisasi ayam telah masuk dalam daftar program prioritas yang menjadi perhatian langsung Presiden Prabowo Subianto.
Pemerintah Minta Akselerasi Tanpa Melanggar Aturan
Meski mendorong percepatan pelaksanaan, pemerintah tetap mengingatkan seluruh pihak untuk menjalankan proyek sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).
Sebagai Komisaris Utama PT Berdikari, Agung menegaskan dirinya akan memastikan seluruh proses bisnis dan investasi berjalan sesuai regulasi. Namun tetap bergerak cepat agar target pembangunan dapat tercapai.
“Bapak Menteri selalu memberikan arahan. Kepada kita semua bahwa semua aturan harus kita ikuti. Tetapi harus ada akselerasi agar semua kegiatan yang dilakukan, di samping tentu segala ketentuannya, tetapi harus cepat. Kita tidak boleh lambat-lambat, tidak boleh santai-santai,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Berdikari, Maryadi, menilai penandatanganan MoU menjadi tonggak penting dalam membangun ekosistem peternakan ayam yang terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir.
Ia meyakini proyek ini tidak hanya akan meningkatkan kapasitas produksi nasional, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di berbagai daerah.
“Kami meyakini bahwa penguatan sektor peternakan merupakan bagian yang penting dalam mewujudkan swasembada protein hewani nasional. Ketika rantai pasok dibangun secara terintegrasi, produktivitas meningkat, lapangan kerja terbuka, pendapatan masyarakat tumbuh, dan ekonomi daerah bergerak lebih kuat,” ujarnya.
Maryadi menambahkan bahwa proyek tersebut akan memberikan manfaat besar, mulai dari peningkatan produktivitas peternakan, penciptaan nilai tambah ekonomi, pembukaan lapangan kerja, hingga pelibatan peternak rakyat sebagai mitra strategis perusahaan.
Proyek hilirisasi ayam terintegrasi akan dikembangkan di enam wilayah yang dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung industri perunggasan nasional, yakni Jawa Timur, Gorontalo, Lampung, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Melalui pengembangan kawasan-kawasan tersebut, pemerintah berharap tercipta pusat-pusat produksi ayam modern yang mampu mendukung swasembada protein hewani nasional. Memperkuat ekonomi daerah, serta meningkatkan kesejahteraan peternak dan masyarakat secara berkelanjutan.
(*)
