Advertorial
Sedang tren

DPRD Samarinda Dorong Teras Samarinda Tahap II Beri Ruang Adil Bagi UMKM

POJOKNEGERI.com – DPRD Kota Samarinda mendorong Pemerintah Kota Samarinda memastikan Teras Samarinda Tahap II tidak sekadar menjadi wajah baru kawasan tepian sungai, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Menjelang rencana peresmian kawasan tersebut, Komisi II DPRD Samarinda menyoroti pentingnya pola pengelolaan yang terbuka dan transparan, khususnya dalam memberikan ruang kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Viktor Yuan, menegaskan bahwa fasilitas yang dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) harus dapat dimanfaatkan secara adil.

DPRD Minta Kesempatan UMKM Dibuka Secara Transparan

Viktor mengatakan, pemerintah perlu memastikan tidak ada kesan bahwa fasilitas publik hanya diperuntukkan bagi kelompok atau pelaku usaha tertentu.

Menurutnya, uang yang digunakan untuk membangun fasilitas tersebut berasal dari masyarakat melalui APBD. Karena itu, manfaat pembangunan juga harus kembali dirasakan masyarakat secara luas.

“Karena fasilitas ini dibangun menggunakan anggaran pemerintah yang bersumber dari masyarakat, pemanfaatannya harus terbuka dan jangan sampai hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu,” tegas Viktor, Sabtu (22/8/2026).

Komisi II, lanjutnya, akan terus mendorong agar pelaku UMKM mendapatkan fasilitas dan kesempatan yang layak untuk mengembangkan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

Kebersihan Jadi Tanggung Jawab Bersama

Di sisi lain, Viktor mengimbau para pelaku usaha yang nantinya beraktivitas di Teras Samarinda untuk ikut menjaga kebersihan.

Sebagai ruang terbuka publik yang berada di kawasan tepian sungai, kebersihan dinilai menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga kenyamanan dan daya tarik kawasan.

“Kalau nantinya digunakan untuk kegiatan jual beli, para pedagang juga harus memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Viktor.

Menurutnya, keberadaan pedagang dan aktivitas ekonomi justru harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga estetika lingkungan.

DPRD juga meminta Pemkot Samarinda melakukan perencanaan secara menyeluruh agar keberadaan UMKM di Teras Samarinda Tahap II tidak menghadapi persoalan serupa dengan kawasan perdagangan yang kemudian kehilangan daya tarik.

Viktor menyinggung kondisi Pasar Pagi sebagai salah satu hal yang perlu menjadi bahan pembelajaran. Pemerintah harus memastikan sejak awal bahwa penataan kawasan memiliki konsep yang mampu menjaga arus pengunjung dan pembeli.

“Ya, harus disiapkan betul-betul, supaya keberadaan UMKM di kawasan ini bisa berkelanjutan,” pungkasnya.

Komisi II DPRD Samarinda pada prinsipnya mendukung pengembangan Teras Samarinda. Namun, pembangunan tersebut diharapkan memiliki dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

(ADVdprdsmd)

Back to top button