Zulhas Fokus Sejahterakan Nelayan, Sebut Potensi Ikan Dicuri Capai Rp200 Triliun

POJOKNEGERI.com – Pemerintah menempatkan kesejahteraan nelayan sebagai salah satu fokus utama dalam penguatan sektor pangan dan kelautan nasional.
Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan atau Zulhas menegaskan pemerintah akan memperkuat pemberdayaan nelayan sekaligus mengamankan kekayaan ikan di perairan Indonesia dari pencurian oleh nelayan negara lain.
Zulhas menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Peringatan Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah Tahun 2026 di Universitas Muhammadiyah Jakarta, Tangerang Selatan, Kamis (13/8/2026).
Nelayan Masih Hadapi Persoalan Kesejahteraan
Menurut Zulhas, kondisi ekonomi nelayan masih membutuhkan perhatian serius. Ia menyoroti nilai tukar nelayan (NTN) yang berada di angka 103.
Menurutnya, angka tersebut menggambarkan posisi nelayan yang masih rentan secara ekonomi.
“Nelayan itu termasuk profesi yang paling miskin. Apa itu? Nilai tukarnya 103. Kalau nilai tukar nelayan 103, artinya kalau dia tidak diberi bantuan beras 10 kilo, tidak besar tidak diberikan bantuan tunai oleh pemerintah, dia tidak bisa makan dan tidak bisa menyekolahkan anak-anaknya. Miskin. Ini masih desil satu,” kata Zulhas.
Ia menilai pemerintah perlu terus memberikan pemberdayaan agar nelayan tidak bergantung pada bantuan. Dengan kemampuan ekonomi yang lebih kuat, nelayan diharapkan dapat meningkatkan produksi sekaligus menjaga sumber daya laut Indonesia.
“Ini kita lagi fokus sekarang nelayan kita,” katanya.
Potensi Kerugian Capai Rp200 Triliun
Selain persoalan kesejahteraan, Zulhas menyoroti ancaman pencurian ikan di wilayah perairan Indonesia. Ia menyebut Indonesia dapat mengalami kerugian sangat besar jika nelayan dalam negeri tidak memiliki kemampuan yang memadai untuk menangkap dan mengelola sumber daya ikan.
“Kalau nelayan kita miskin, tidak berdaya, maka perikanan laut kita Rp 200 triliun lebih ikan kita dicuri oleh nelayan-nelayan lain yang memiliki kemampuan. Ada Thailand, Vietnam, ada Filipina. Kerugian besar kita,” kata Zulhas.
Karena itu, pemerintah berupaya memperkuat nelayan agar mereka mampu berperan lebih besar dalam memanfaatkan potensi perikanan nasional. Pemerintah juga ingin memastikan kekayaan ikan di laut Indonesia dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya nelayan.
Zulhas meminta masyarakat ikut mendoakan berbagai program pemerintah yang belum berjalan maksimal agar segera terlaksana. Ia juga mengajak masyarakat mensyukuri program yang telah berhasil dijalankan.
“Oleh karena itu yang berhasil alhamdulillah, yang belum berhasil mohon doanya ini akan selesai semua,” imbuhnya.
(*)

