Karhutla Bromo Belum Padam, Akses Wisata Ditutup

00:00 / 04:32 1×
Ilustrasi Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS)
Ilustrasi Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Foto: Dok. Pojoknegeri
Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif

POJOKNEGERI.com – Aktivitas wisata di kawasan Gunung Bromo masih terganggu akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Pengelola hingga kini masih menutup sementara akses masuk melalui Pos Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, untuk memastikan keselamatan wisatawan dan masyarakat.

Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif

Penutupan dilakukan karena kebakaran masih menyisakan sejumlah titik panas di kawasan TNBTS. Api bahkan telah merambah wilayah Probolinggo dan Penanjakan, Kabupaten Pasuruan.

Hingga Minggu (9/8/2026) malam, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 520 hektare. Namun, angka tersebut masih dapat berubah karena petugas masih melakukan pemantauan di lapangan.

Api Merambah Probolinggo dan Pasuruan

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan kebakaran kembali meluas ke sejumlah wilayah. Api membakar berbagai jenis vegetasi yang berada di kawasan TNBTS.

“Wilayah terdampak kebakaran kembali meluas ke wilayah Probolinggo dan kawasan Penanjakan, Kabupaten Pasuruan. Vegetasi yang terbakar meliputi cemara gunung, mentigen, akasia, dan semak belukar,” kata Sadono, Senin (10/8/2026).

Tim gabungan kini mengintensifkan pemadaman melalui jalur darat dan udara. Petugas membuat sekat bakar untuk menghambat pergerakan api serta membasahi sisa bara yang masih dapat dijangkau.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga mengerahkan sejumlah helikopter untuk membantu pemadaman di wilayah Probolinggo dan Penanjakan Pasuruan.

Kabupaten Malang Sudah Aman

Meski kebakaran masih berlangsung di dua wilayah tersebut, petugas memastikan kondisi di Kabupaten Malang relatif aman. Mereka tidak lagi menemukan bara api di area yang sebelumnya terdampak.

“Saat ini api masih terpantau di wilayah Probolinggo dan Penanjakan Pasuruan, sementara area di wilayah Kabupaten Malang sudah aman dan tidak ada lagi bara api,” kata dia.

Kondisi tersebut membuat pengelola TNBTS tetap membatasi aktivitas wisata. Penutupan akses melalui Pos Jemplang menjadi langkah antisipasi agar wisatawan tidak masuk ke kawasan yang masih berpotensi terdampak kebakaran.

(*)

Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif
Pojoknegeri
Redaksi Pojoknegeri

Tim redaksi Pojoknegeri menyajikan berita independen dan berimbang untuk Indonesia.

Lihat Semua Artikel
Bagikan berita ini: Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram