
POJOKNEGERI.com – Panitia penyelenggara Sidang Tahunan MPR 2026 memperketat persiapan pelaksanaan acara yang akan berlangsung pada 14 Agustus.
Evaluasi kali ini menyasar pemilihan musik yang diputar selama rangkaian acara untuk mencegah kembali munculnya aksi joget peserta seperti yang terjadi pada Sidang Tahunan MPR 2025.
Kepala Biro Protokol, Humas, dan Media Sekretariat Jenderal DPD RI, Mahyu Darma, mengatakan panitia tidak ingin suasana sidang kembali memicu sentimen negatif di tengah masyarakat. Karena itu, panitia mengevaluasi penggunaan lagu, terutama musik yang berpotensi mendorong peserta berjoget.
“Kami sudah mengevaluasi, mungkin tidak kita lakukan [putar lagu-lagu memancing joget], gitu, sebenarnya, bukan ya, memang karena lagunya itu ya yang membawa, tapi kami juga menyadari, dan kita terus-menerus evaluasi,” kata Mahyu di kompleks parlemen, Rabu (12/8).
Utamakan Lagu Nasional dan Daerah
Mahyu menjelaskan panitia akan memprioritaskan lagu nasional dan lagu daerah untuk mengiringi suasana di kompleks parlemen. Panitia juga tidak akan memasukkan pemutaran lagu tersebut ke dalam rangkaian utama atau rundown sidang.
Menurut dia, langkah tersebut bertujuan menjaga suasana acara tetap tertib dan khidmat. Panitia ingin Sidang Tahunan MPR tampil sebagai agenda kenegaraan yang mencerminkan penghormatan terhadap institusi dan seluruh rangkaian acara.
“Nah, ini yang kita ini, sehingga, itu evaluasi kami, sehingga acara tersebut hikmat, hikmat terhadap pelaksanaannya semua,” katanya.
Selain musik, panitia juga menyesuaikan konsep dekorasi gedung. Mahyu mengatakan pihaknya memilih dekorasi yang lebih sederhana dibandingkan pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya.
“Karena kondisi Indonesia ini juga kita tidak seperti dulu-dulu, dan memang ini, pada saat ini, kan kita menginginkan bagaimana dekorasi ini tetap bagus tapi sederhana,” katanya.
Ia berharap kesederhanaan tersebut tidak mengurangi kualitas penyelenggaraan. Panitia tetap menargetkan Sidang Tahunan MPR 2026 berlangsung baik dan menjadi salah satu pelaksanaan terbaik.
Puan Minta Peserta Lebih Khidmat
Ketua DPR RI Puan Maharani juga menegaskan kesiapan pihaknya untuk menjaga suasana sidang tetap khidmat. Puan mengatakan seluruh peserta akan melakukan introspeksi setelah polemik yang muncul akibat aksi joget pada Sidang Tahunan MPR 2025.
“Jadi insyaallah nanti pada hari H kami semua akan tentu saja akan lebih introspeksi, lebih khidmat, akan lebih bisa menjaga diri kami untuk bisa lebih fokus dalam mengikuti acara kenegaraan tersebut,” ujar Puan usai meninjau persiapan sidang di kompleks parlemen.
Meski demikian, Puan menilai masyarakat tetap memiliki alasan untuk merayakan dan menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Tahun ini, Indonesia memasuki usia kemerdekaan ke-81.
Menurut Puan, aksi joget pada Sidang Tahunan MPR 2025 muncul secara spontan karena suasana gembira setelah rangkaian pidato selesai. Ia menilai kejadian tersebut tidak menunjukkan sikap tidak menghormati agenda kenegaraan.
“Hanya saat kemudian mendengarkan lagu di saat penyampaian pidatonya sudah selesai, ya itu karena spontan. Jadi tidak ada hal yang kemudian membuat kami sepertinya akan tidak menghargai,” ujarnya.
Melalui evaluasi musik, pengaturan dekorasi, dan penekanan terhadap sikap peserta, panitia berharap Sidang Tahunan MPR 2026 dapat berlangsung lebih tertib. Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya menjaga keseimbangan antara suasana peringatan kemerdekaan yang penuh kegembiraan dan kekhidmatan agenda kenegaraan.
(*)
