
POJOKNEGERI.com – Pemerintah mempercepat pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Pemerintah menargetkan seluruh dapur MBG di kawasan prioritas tersebut selesai dibangun pada pekan ini untuk mempercepat penyaluran program gizi, terutama di daerah dengan angka stunting tinggi.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan percepatan pembangunan SPPG menjadi salah satu hasil rapat koordinasi lanjutan terkait pelaksanaan program MBG.
Wilayah yang menjadi fokus utama pemerintah mencakup Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Maluku.
“Baru saja kami menyelesaikan rapat koordinasi mengenai BGN (MBG), lanjutan dari rapat minggu lalu karena target kita ada jangka pendek. Jangka pendek itu satu bulan, harus ada yang kita selesaikan terutama SPPG yang di daerah 3T, yaitu Papua, NTT, dan Maluku yang paling banyak stunting dan seterusnya,” ujar pria yang akrab disapa Zulhas itu dalam konferensi pers di Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Kamis (6/8).
Target Satu Bulan Dipercepat Menjadi Satu Pekan
Zulhas menjelaskan pemerintah sebelumnya menetapkan waktu penyelesaian pembangunan dapur MBG di wilayah 3T selama satu bulan. Namun, setelah melakukan evaluasi dan koordinasi dengan pihak terkait, pemerintah mempercepat target tersebut menjadi selesai dalam waktu satu pekan.
“Kami tadi sudah menyelesaikan, sudah rapat hari ini memutuskan yang 3T akan selesai dalam minggu ini. Karena minggu lalu kita rapat satu bulan, ternyata dalam satu minggu ini insya Allah bisa kita selesaikan yang 3T,” katanya.
Selain pembangunan infrastruktur dapur MBG, pemerintah juga mempercepat penyempurnaan data penerima manfaat. Proses integrasi data melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga, mulai dari Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, hingga Badan Gizi Nasional (BGN).
Zulhas menyebut penyelarasan data tersebut sebagian besar sudah selesai, meskipun masih terdapat beberapa koreksi yang akan dijelaskan lebih lanjut oleh Kepala BGN Sudaryono.
Ribuan Titik Dapur MBG di Luar 3T Masih Berproses
Berbeda dengan wilayah 3T yang menjadi prioritas percepatan, pembangunan dapur MBG di wilayah lain membutuhkan waktu lebih panjang. Pemerintah memperkirakan penyelesaian titik tambahan di Pulau Jawa, Sumatra, dan daerah lainnya masih memerlukan waktu sekitar satu hingga satu setengah bulan ke depan.
“Perlu waktu lebih panjang, mungkin sekitar dua bulan dari kemarin, jadi kira-kira tinggal satu bulan sampai satu bulan setengah lagi. Jumlah titik penambahan di Pulau Jawa, Sumatera, dan yang lain selain 3T itu hampir ada 10 ribuan, ada 13 ribu (titik). Kami perlu waktu lebih panjang,” ujar Zulhas.
Sementara itu, Kepala BGN Sudaryono meluruskan informasi mengenai pembangunan 13 ribu dapur MBG yang sempat beredar. Ia menegaskan angka tersebut bukan berarti seluruh dapur akan langsung beroperasi dalam waktu dekat.
“Sempat ramai ada pernyataan seolah-olah kita membuka segera 13 ribu dapur, bukan. Jadi sudah ada di data kita sekitar 13 ribu lebih dapur yang ada statusnya ada semua. Ada yang baru titik, ada juga yang sudah selesai,” ujar Sudaryono.
(*)


