DaerahSamarinda

Lepas Jemaah Haji Asal Samarinda, Andi Harun Berikan Uang Saku 100 Rial

POJOKNEGERI.com – Suasana penuh khidmat menyelimuti GOR Segiri Samarinda pada Minggu (26/4/2026) saat pelepasan 1.024 calon jemaah haji Kota Samarinda tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. Acara ini menjadi bukti nyata perhatian Pemerintah Kota Samarinda terhadap warganya yang akan menunaikan ibadah haji.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, hadir langsung memberikan dukungan moral sekaligus bantuan uang saku sebesar 100 rial kepada setiap jemaah.

Jumlah tersebut juga tercatat sebagai yang terbanyak di Provinsi Kalimantan Timur pada musim haji tahun ini.

Turut hadir dalam kesempatan ini Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri, serta jajaran Forkopimda, tokoh agama, dan keluarga jemaah yang tampak haru melepas keberangkatan para tamu Allah tersebut.

Pesan Spiritual dan Kesiapan Fisik

Dalam sambutannya, Andi Harun menekankan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik. Melainkan perjalanan spiritual yang penuh tantangan dan membutuhkan kesiapan mental serta fisik yang kuat. Ia mengingatkan para jemaah untuk menjaga niat dan keikhlasan selama menjalankan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci.

“Perjalanan haji ini adalah perjalanan penuh ujian. Oleh karena itu, saya berpesan kepada seluruh jemaah untuk menjaga keikhlasan, memperkuat kesabaran, dan tetap fokus dalam beribadah,” ujar Andi Harun.

Andi Harun juga mengingatkan kondisi cuaca di Arab Saudi yang ekstrem, terutama saat puncak ibadah haji berlangsung. Suhu udara yang bisa mencapai 50 derajat Celsius menjadi tantangan tersendiri yang harus para jemaah antisipasi

“Kondisi cuaca di sana sangat panas, apalagi saat puncak wukuf di Arafah. Ini membutuhkan kesiapan fisik yang baik. Jaga kesehatan, jangan memaksakan diri jika kondisi tubuh tidak memungkinkan,” tegasnya.

Menurutnya, momen wukuf di Arafah pada 9 Zulhijjah merupakan puncak dari seluruh rangkaian ibadah haji yang tidak boleh terganggu oleh kondisi kesehatan yang menurun. Oleh karena itu, ia meminta jemaah untuk mengatur waktu istirahat dengan baik, terutama saat menjalani rangkaian ibadah yang cukup padat, termasuk mabit di Mina selama tiga hari.

Tantangan Jarak Tempuh

Selain itu, Andi Harun juga menyoroti tantangan jarak tempuh antara penginapan jemaah dengan lokasi ibadah yang berkisar antara 3 hingga 7 kilometer. Hal ini dinilai membutuhkan stamina dan kesiapan fisik ekstra.

“Perjalanan dari hotel ke lokasi ibadah cukup jauh. Ini harus diantisipasi dengan menjaga kondisi tubuh agar tetap prima,” tambahnya.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, ia mengajak para jemaah untuk saling menjaga dan membantu satu sama lain, terutama jika ada yang mengalami gangguan kesehatan. Solidaritas antarjemaah dinilai menjadi kunci agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalankan dengan baik.

“Kalau ada yang kurang sehat, harus saling membantu. Jangan egois. Kebersamaan itu penting dalam perjalanan haji,” pesannya.

Lebih lanjut, Andi Harun berharap seluruh jemaah haji asal Samarinda dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat serta meraih predikat haji mabrur.

“Harapan kami, seluruh 1.024 jemaah ini mendapatkan kemudahan dari Allah SWT, pulang ke Samarinda dengan selamat, berkumpul kembali dengan keluarga, dan menjadi haji yang mabrur,” ungkapnya.

Sementara itu, suasana pelepasan berlangsung penuh haru. Sejumlah keluarga tampak mengiringi keberangkatan dengan doa dan tangis haru, berharap anggota keluarga mereka dapat menjalankan ibadah dengan lancar.

“Pemerintah Kota Samarinda sendiri memastikan akan terus memberikan dukungan kepada jemaah haji, baik sebelum keberangkatan maupun selama pelaksanaan ibadah berlangsung melalui koordinasi dengan petugas haji di lapangan” tutupnya.

(*)

Back to top button