DaerahSamarinda
Sedang tren

Hadapi Tantangan Fiskal, Pemkot Samarinda Siapkan APBD Cerdas 2027

POJOKNEGERI.com – Pemerintah Kota Samarinda di bawah kepemimpinan Wali Kota Andi Harun mulai memantapkan langkah strategis dalam menghadapi tantangan fiskal nasional.

Salah satu terobosan yang dilakukan adalah menyiapkan konsep APBD Cerdas 2027. Dengan konsep ini, Pemkot Samarinda akan mengubah pola belanja agar lebih efisien dengan memangkas pengeluaran yang dinilai tidak produktif.

Andi Harun mengatakan, gagasan APBD Cerdas lahir setelah pemerintah pusat menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 sebagai dasar penyusunan RAPBN 2027.

Andi Harun menjelaskan, meskipun pagu Transfer ke Daerah (TKD) mengalami peningkatan, ruang fiskal yang diterima masing-masing daerah diperkirakan tidak akan berbeda jauh dibanding tahun sebelumnya. Karena itu, pemerintah daerah dituntut lebih cermat mengelola anggaran yang tersedia.

“Karena itu lahirlah gagasan APBD Cerdas 2027. Respons kita bukan mengeluhkan keterbatasan fiskal, tetapi melakukan adaptasi melalui perubahan perilaku belanja daerah yang lebih disiplin, lebih produktif, tepat sasaran, dan berorientasi pada hasil,” kata Andi Harun.

Efisiensi Anggaran dan Prioritas Belanja

Ia menegaskan, efisiensi anggaran bukan berarti menghentikan pembangunan atau mengurangi pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, efisiensi justru merupakan keberanian pemerintah menghentikan berbagai pengeluaran yang selama ini tidak memberikan dampak nyata.

“Efisiensi adalah berani berhenti boros. Bukan berhenti membangun. Yang kita hentikan adalah pemborosan-pemborosan yang selama ini masih terjadi,” ujarnya.

Andi Harun mengakui masih terdapat sejumlah pos pengeluaran rutin yang perlu dikendalikan, seperti belanja makan dan minum rapat, perjalanan dinas, hingga berbagai biaya operasional perkantoran lainnya yang harus disesuaikan dengan kebutuhan riil.

Menurutnya, pengeluaran tersebut bukan berarti dihapus seluruhnya, tetapi harus dikelola secara proporsional agar tidak membebani APBD.

“Kalau ada yang bisa dihemat, kenapa harus diboroskan. Belanja makan minum, perjalanan dinas, biaya operasional kantor, semuanya harus dihitung secara cermat agar anggaran lebih banyak dinikmati masyarakat,” katanya.

Struktur Baru APBD Samarinda

Melalui APBD Cerdas 2027, Pemkot Samarinda akan mengelompokkan seluruh belanja pegawai dan belanja operasional pemerintah dalam porsi maksimal 30 persen dari total APBD. Komponen tersebut tidak hanya mencakup gaji pegawai, tetapi juga perjalanan dinas, konsumsi rapat, listrik, air, telepon, hingga belanja rutin lainnya.

Dengan demikian, sekitar 70 persen APBD diharapkan dapat dialokasikan langsung untuk program pembangunan, peningkatan pelayanan publik, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta berbagai program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Andi Harun menambahkan, keberhasilan pemerintah daerah ke depan tidak lagi diukur dari besarnya APBD yang dimiliki, tetapi dari besarnya manfaat yang dirasakan masyarakat atas setiap rupiah yang dibelanjakan.

Karena itu, Pemkot Samarinda akan menerapkan penganggaran berbasis kinerja dengan delapan prinsip utama, mulai dari penetapan tujuan pembangunan yang jelas, indikator kinerja yang terukur, penggunaan data sebagai dasar pengambilan keputusan, hingga evaluasi berbasis hasil.

Ia juga menilai konsep APBD Cerdas merupakan bentuk dukungan Pemerintah Kota Samarinda terhadap arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong tata kelola fiskal lebih disiplin, efisien, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

“Efisiensi bukan berarti berhenti membangun. Efisiensi adalah keberanian berhenti boros. Kalau ada belanja makan minum, perjalanan dinas, atau biaya operasional yang bisa dihemat tanpa mengurangi kualitas pelayanan, maka itu yang harus kita lakukan. Target kami sederhana, semakin besar porsi APBD yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Wali Kota Samarinda Andi Harun.

(*)

Back to top button