DaerahSamarinda

Kajari Samarinda yang Baru Gelar Pertemuan Perdana dengan Media di Kota Tepian

POJOKNEGERI.com – Kepala Kejaksaan Negeri Samarinda yang baru, Haedar, menggelar pertemuan dengan awak media di kantor Kejaksaan Negeri Samarinda pada Rabu, 11 Maret 2026.

Langkah ini menjadi upaya awal Haedar untuk membangun komunikasi dengan para jurnalis di Kota Tepian.

Dalam pertemuan itu, Haedar menegaskan pentingnya peran media dalam mendukung transparansi serta pengawasan publik terhadap proses penegakan hukum.

Pertemuan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi perdana Haedar sejak ia resmi menjalankan tugas sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Samarinda.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya baru dua hari bertugas di kota tersebut. Sehingga saat ini ia masih mengenali dinamika daerah serta berbagai persoalan hukum yang berkembang.

“Kami memanfaatkan kesempatan ini untuk menjalin silaturahmi dengan rekan-rekan media. Ini juga menjadi bentuk kerja sama kami dengan media. Sekaligus wujud transparansi yang ingin kami bangun ke depan,” ujar Haedar dalam pertemuan tersebut.

Media sebagai Jembatan Informasi

Dalam keterangannya, Haedar menekankan bahwa media memiliki peran strategis untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait berbagai kegiatan maupun proses hukum yang kejaksaan lakukan.

Menurutnya, komunikasi yang baik antara aparat penegak hukum dan media akan membantu masyarakat memahami kerja-kerja institusi penegak hukum secara lebih jelas.

Ia menilai media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga menjadi jembatan antara lembaga negara dan masyarakat.

“Ke depan kami tentu ingin bekerja dengan baik. Dan untuk itu kami membutuhkan dukungan dari teman-teman media,” katanya.

Haedar juga berharap hubungan yang terbangun antara Kejaksaan Negeri Samarinda dan insan pers dapat berjalan secara profesional. Serta saling mendukung dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat.

Sebagai pejabat baru di lingkungan kejaksaan di Samarinda, Haedar mengakui dirinya masih memerlukan waktu untuk mempelajari berbagai persoalan yang ada di daerah tersebut.

Ia menyebut setiap daerah memiliki kondisi dan dinamika dengan karakteristik tersendiri yang harus ia pahami secara menyeluruh sebelum menentukan langkah strategis.

Karena itu, dalam waktu dekat ia akan lebih fokus memetakan berbagai program kerja. Baik yang telah berjalan maupun yang akan Kejaksaan Negeri Samarinda jalankan.

“Karena saya baru dua hari bertugas, tentu saya masih perlu melihat dulu perkembangan yang ada,” ujarnya.

Menurut Haedar, saat ini ia mempelajari perencanaan program yang sudah ada sekaligus memahami kebutuhan penegakan hukum di Kota Samarinda.

Ia menilai langkah tersebut penting agar kebijakan atau langkah yang nantinya ia ambil benar-benar sesuai dengan kondisi riil yang masyarakat dan pemerintah daerah hadapi.

Evaluasi Program Kerja

Ketika awak media menanyakan program khusus yang akan ia jalankan selama masa jabatannya, Haedar mengatakan hingga saat ini pihaknya masih mengevaluasi berbagai rencana yang ada.

Ia menyebut penyusunan program kerja di Kejaksaan Negeri Samarinda masih bersifat dinamis. Karena pihaknya perlu menyesuaikannya dengan perkembangan situasi serta kebutuhan penegakan hukum di daerah.

“Ada program khusus tentu ada, tetapi kita lihat dulu. Masih dinamis karena kami perlu melihat perkembangan perencanaan yang ada di Kota Samarinda ini,” jelasnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Haedar akan mengawali kepemimpinannya di Kejaksaan Negeri Samarinda dengan proses adaptasi dan pemetaan kondisi sebelum menentukan prioritas kerja yang lebih konkret. Ia menilai pendekatan tersebut realistis karena berbagai persoalan hukum di daerah memerlukan penanganan yang terukur dan berbasis data.

Komitmen Transparansi

Dalam pertemuan dengan awak media itu, Haedar juga menegaskan komitmennya untuk menjaga prinsip transparansi dalam pelaksanaan tugas kejaksaan. Ia menyatakan bahwa keterbukaan informasi merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum.

Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui bagaimana proses penegakan hukum berjalan selama informasi tersebut tidak mengganggu proses penyidikan atau penuntutan yang sedang berlangsung.

Melalui komunikasi yang terbuka, ia berharap masyarakat dapat mengetahui secara jelas berbagai kegiatan maupun perkembangan penanganan perkara di Kejaksaan Negeri Samarinda.

Di akhir pertemuan, Haedar kembali menegaskan harapannya agar hubungan antara Kejaksaan Negeri Samarinda dan media dapat terus berjalan dengan baik.

Ia menilai dukungan media sangat penting untuk memastikan informasi yang tersampaikan kepada masyarakat tetap akurat, berimbang, dan tidak menimbulkan kesalahpahaman. Selain itu, ia juga berharap media dapat menjadi bagian dari mekanisme kontrol sosial terhadap kinerja lembaga penegak hukum.

“Mohon dukungannya dari teman-teman media supaya ke depan kami bisa bekerja dengan baik,” ujarnya.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana santai tersebut menjadi langkah awal bagi Haedar untuk membangun komunikasi publik sejak ia menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Samarinda.

“Ke depan, hubungan antara kejaksaan dan media diharapkan dapat semakin erat sehingga informasi mengenai penegakan hukum di Kota Samarinda dapat tersampaikan kepada masyarakat secara terbuka dan bertanggung jawab,” pungkasnya.

(tim redaksi)

Back to top button