Internasional
Sedang tren

Trump Ultimatum Iran, Serahkan Uranium Diperkaya atau Dimusnahkan

POJOKNEGERI.com – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, kembali menekan Iran dalam perundingan penghentian perang yang berlangsung sejak 28 Februari. Trump menegaskan Teheran tidak memiliki pilihan selain menyerahkan uranium yang telah diperkaya kepada Amerika Serikat atau memusnahkannya jika ingin mengakhiri konflik dengan Washington.

Pernyataan itu disampaikan Trump melalui akun Truth Social pada Senin (25/5) malam waktu AS. Ia menekankan bahwa uranium yang diperkaya tidak boleh lagi berada di tangan Iran karena bahan tersebut dapat digunakan untuk mengembangkan senjata nuklir.

“Uranium yang telah diperkaya (debu nuklir!) akan segera diserahkan kepada Amerika Serikat untuk dibawa pulang dan dimusnahkan,” tulis Trump.

Trump juga membuka kemungkinan pemusnahan uranium dilakukan langsung di wilayah Iran dengan pengawasan lembaga terkait.

“Yang lebih diutamakan, dimusnahkan langsung di lokasi, atau di tempat lain yang disepakati, melalui kerja sama dan koordinasi dengan Republik Islam Iran, dengan Komisi Energi Atom atau lembaga setara lainnya menjadi saksi dalam proses dan peristiwa tersebut,” lanjutnya.

Uranium Jadi Titik Utama Negosiasi

Isu pengayaan uranium menjadi salah satu hambatan terbesar dalam perundingan damai antara AS dan Iran. Pemerintah AS bersikeras memasukkan penghentian program nuklir Iran sebagai syarat utama kesepakatan.

Washington menilai pengayaan uranium berpotensi membuka jalan bagi Iran untuk mengembangkan senjata nuklir. Karena itu, AS meminta Iran menghentikan seluruh aktivitas pengayaan dan menyerahkan stok uranium yang sudah diperkaya.

Sebaliknya, Iran menolak menjadikan isu nuklir sebagai fokus utama tahap awal perundingan. Pemerintah Teheran ingin pembahasan difokuskan lebih dulu pada penghentian perang dan pembukaan kembali Selat Hormuz yang hingga kini masih ditutup.

Iran juga menilai program nuklirnya merupakan hak kedaulatan negara dan bertujuan untuk kepentingan damai, termasuk energi dan penelitian.

Sebelumnya, Iran kembali menegaskan sikap kerasnya dalam pembicaraan nuklir yang masih berlangsung dengan Amerika Serikat melalui mediator. Dalam proses negosiasi yang disebut masih berjalan, Teheran menolak salah satu tuntutan utama Washington terkait pengelolaan uranium yang telah diperkaya.

Sikap ini muncul di tengah upaya diplomasi yang bertujuan meredakan ketegangan nuklir, namun justru memperlihatkan masih lebarnya jarak posisi kedua pihak.

Iran Tegaskan Uranium Harus Tetap di Dalam Negeri

Dua sumber senior Iran yang mengetahui jalannya perundingan menyampaikan bahwa pemerintah Iran telah mencapai konsensus internal terkait isu sensitif ini. Mereka menegaskan bahwa uranium yang sudah diperkaya tidak akan dikirim ke luar negeri dalam kondisi apa pun.

Salah satu sumber tersebut menjelaskan bahwa keputusan itu datang dari arahan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei dan disepakati oleh seluruh jajaran pemerintahan.

“Arahan Pemimpin Tertinggi, dan konsensus di dalam pemerintahan, adalah bahwa uranium yang diperkaya tidak boleh meninggalkan negara ini,” kata salah satu sumber kepada Reuters.

Pernyataan tersebut memperjelas bahwa Iran memandang kepemilikan uranium yang diperkaya sebagai bagian penting dari kedaulatan dan keamanan nasional.

(*)

Back to top button