
POJOKNEGERI.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperkuat kembali hubungan kedua negara saat menggelar pertemuan tertutup di Oval Office, Gedung Putih, pada Selasa (28/7) siang waktu setempat.
Pertemuan tersebut menjadi kunjungan ketujuh Netanyahu ke Amerika Serikat sejak Trump kembali menjabat sebagai Presiden AS.
Gedung Putih menyebut pertemuan antara Trump dan Netanyahu berjalan dalam suasana positif serta produktif.
Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyampaikan bahwa Trump juga menggelar pertemuan terpisah dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada hari yang sama.
“Presiden Trump telah menyelesaikan pertemuannya di Oval Office dengan Presiden Zelensky dan Perdana Menteri Netanyahu. Kedua pertemuan tersebut positif dan produktif!” tulis Karoline Leavitt melalui akun X miliknya setelah rangkaian pertemuan tersebut berlangsung.
Israel Sebut Hubungan Trump-Netanyahu Semakin Erat
Kantor Perdana Menteri Israel juga menyampaikan bahwa pertemuan kedua pemimpin berlangsung lancar dengan suasana yang sangat baik. Pemerintah Israel menilai komunikasi antara Trump dan Netanyahu menunjukkan hubungan yang semakin dekat dalam berbagai isu strategis.
“Pertemuan itu sangat positif, berlangsung dengan semangat yang baik bersama para anggota senior pemerintahan,” demikian pernyataan dari kantor PM Netanyahu.
Pejabat Israel turut menegaskan adanya keselarasan pandangan antara kedua pemimpin mengenai sejumlah kepentingan bersama. “Kecocokan yang luar biasa antara para pemimpin terlihat jelas,” kata pejabat tersebut.
Dalam pertemuan itu, Trump dan Netanyahu kembali menegaskan komitmen bersama untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir. Keduanya menyatakan bahwa kepemilikan senjata nuklir oleh Iran tidak dapat diterima dalam kondisi apa pun.
“Bahwa dalam keadaan apa pun Iran tidak boleh diizinkan memiliki senjata nuklir,” tambah pejabat itu dalam keterangannya.
Selain membahas isu keamanan regional, kedua pemimpin juga membicarakan hubungan strategis antara Amerika Serikat dan Israel. Pemerintah Israel menyebut kemitraan kedua negara saat ini berada dalam kondisi yang semakin kuat.
Keduanya juga membahas berbagai peluang kerja sama di kawasan Timur Tengah, termasuk upaya memperluas hubungan bilateral dan menjaga kepentingan bersama di kawasan tersebut.
(*)


