Internasional
Sedang tren

Iran Izinkan Kapal China Melintasi Selat Hormuz di Tengah Ketegangan Timur Tengah

POJOKNEGERI.com – Iran kembali menjadi perhatian dunia internasional setelah dilaporkan memberikan izin kepada sejumlah kapal asal China untuk melintasi Selat Hormuz.

Kebijakan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik kawasan Timur Tengah yang belakangan memicu kekhawatiran terhadap stabilitas energi global.

Laporan mengenai izin pelayaran itu disampaikan media Iran, Tasnim News Agency, pada Kamis (14/5).

Dalam laporannya, Tasnim menyebut angkatan laut Iran memberikan akses transit kepada kelompok kapal China melalui mekanisme pengawasan yang dikelola langsung oleh pemerintah Teheran.

“Berdasarkan keputusan Republik Islam, sejumlah kapal China telah diizinkan melintas melalui Selat Hormuz di bawah protokol transit yang dikelola Iran,” tulis Tasnim seperti dikutip AFP.

Menurut media tersebut, pemerintah China sebelumnya mengajukan permintaan resmi agar kapal-kapal mereka dapat melintas melalui jalur strategis itu.

Iran kemudian menyetujui permintaan tersebut setelah kedua negara mencapai kesepahaman mengenai sistem pengelolaan transit di kawasan perairan tersebut.

Proses pelayaran dilaporkan mulai berlangsung sejak Rabu (13/5) malam waktu setempat. Meski demikian, hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai jumlah kapal maupun jenis kapal yang memperoleh izin melintas.

Pemerintah China juga belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait laporan tersebut.

Selat Hormuz Jadi Kunci Stabilitas Energi Dunia

Selat Hormuz memiliki posisi yang sangat penting dalam perdagangan internasional. Jalur laut yang berada di antara Iran dan Oman itu menjadi pintu utama ekspor minyak dari negara-negara Teluk menuju berbagai negara di Asia, Eropa, dan Amerika.

Setiap harinya, sekitar seperlima pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz. Karena itu, setiap perkembangan keamanan di kawasan tersebut selalu berdampak langsung terhadap pasar energi global.

Ketegangan politik dan militer yang meningkat di Timur Tengah dalam beberapa waktu terakhir membuat dunia internasional semakin waspada terhadap potensi gangguan pelayaran di jalur tersebut.

Sejumlah negara pengimpor energi besar seperti China, Jepang, India, dan Korea Selatan sangat bergantung pada kelancaran distribusi minyak melalui Selat Hormuz.

Analis internasional menilai keputusan Iran memberikan akses khusus kepada kapal China dapat dibaca sebagai langkah strategis sekaligus pesan politik kepada dunia internasional. Iran dinilai ingin menunjukkan bahwa mereka tetap memiliki pengaruh besar terhadap keamanan dan aktivitas pelayaran di kawasan Teluk.

Di sisi lain, China berkepentingan menjaga stabilitas jalur energi demi memenuhi kebutuhan industrinya yang terus meningkat.

Hubungan Beijing-Teheran Semakin Kuat

Hubungan Iran dan China dalam beberapa tahun terakhir terus berkembang di sektor perdagangan, energi, dan kerja sama strategis. China kini menjadi salah satu mitra dagang utama Iran di tengah tekanan sanksi ekonomi dari negara-negara Barat terhadap Teheran.

Kerja sama kedua negara juga semakin terlihat melalui peningkatan transaksi energi dan investasi jangka panjang. China diketahui tetap membeli minyak Iran meski Teheran menghadapi berbagai pembatasan ekonomi internasional.

Pengamat geopolitik menilai izin transit kapal China di Selat Hormuz mencerminkan semakin eratnya hubungan diplomatik kedua negara. Langkah itu juga menunjukkan adanya kepentingan bersama dalam menjaga stabilitas perdagangan dan keamanan kawasan.

Meski laporan tersebut belum mendapat konfirmasi resmi dari Beijing, perkembangan situasi di Selat Hormuz tetap menjadi perhatian dunia. Setiap perubahan kebijakan di jalur strategis itu berpotensi memengaruhi harga minyak global, rantai perdagangan internasional, hingga stabilitas ekonomi berbagai negara.

(*)

Back to top button