Nasional

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Luncurkan Awan Panas Guguran dan Kolom Abu Setinggi 2 Kilometer

POJOKNEGERI.com – Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan mengalami erupsi pada Jumat (29/5/2026) malam sekitar pukul 19.07 WIB. Letusan terbaru gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut memunculkan kolom abu vulkanik yang menjulang tinggi ke atmosfer serta memicu terjadinya awan panas guguran yang meluncur ke sektor tenggara.

Berdasarkan laporan resmi yang dirilis oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), aktivitas erupsi masih berlangsung ketika petugas menyusun laporan. Kondisi ini menunjukkan bahwa aktivitas magma di dalam tubuh gunung masih cukup tinggi dan terus dipantau secara intensif oleh petugas pengamatan.

Kolom Abu Mencapai Ketinggian 2.000 Meter

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Semeru mencatat bahwa erupsi kali ini menghasilkan kolom abu vulkanik setinggi kurang lebih 2.000 meter di atas puncak gunung. Dengan ketinggian puncak Semeru sekitar 3.676 meter di atas permukaan laut, kolom abu tersebut mencapai sekitar 5.676 meter di atas permukaan laut.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa kolom abu tampak berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas yang cukup tebal. Arah sebaran abu vulkanik terpantau condong ke sektor tenggara mengikuti kondisi angin yang bertiup di sekitar kawasan gunung.

“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah tenggara,” ujar Lana Saria dalam laporan resmi PVMBG yang diterima pada Jumat malam.

Awan Panas Guguran Mengarah ke Besuk Kobokan

Selain menghasilkan kolom abu yang tinggi, erupsi Gunung Semeru juga memicu terjadinya awan panas guguran. Material vulkanik bersuhu tinggi tersebut meluncur ke arah tenggara melalui jalur Besuk Kobokan.

PVMBG melaporkan bahwa awan panas guguran memiliki jarak luncur sekitar 2.000 meter dari sumbernya. Fenomena ini menjadi salah satu ancaman utama bagi masyarakat yang berada di kawasan sekitar aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Semeru.

“Terjadi awan panas ke arah tenggara Besuk Kobokan dengan jarak luncur 2.000 meter. Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat,” lanjut Lana Saria.

Keberadaan awan panas guguran menunjukkan bahwa material vulkanik yang berada di kubah lava atau lereng gunung mengalami runtuhan dan bergerak cepat mengikuti kontur lembah. Oleh karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi yang wajib dipatuhi masyarakat. Pertama, masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak.

Selain itu, masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena terdapat potensi perluasan awan panas dan aliran lahar hingga sejauh 17 kilometer dari puncak.

Kedua, masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena kawasan tersebut sangat rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.

Kemudian, PVMBG juga mengimbau warga untuk terus mewaspadai ancaman awan panas, guguran lava, dan lahar yang berpotensi mengalir melalui Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta sejumlah anak sungai yang berhulu di puncak Semeru.

Dengan mematuhi seluruh rekomendasi tersebut, masyarakat diharapkan dapat meminimalkan risiko dan menjaga keselamatan diri di tengah meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Semeru.

(*)

Back to top button