Internasional
Sedang tren

Iran Tegaskan Uranium yang Diperkaya Tidak Akan Keluar Negeri

POJOKNEGERI.com – Iran kembali menegaskan sikap kerasnya dalam pembicaraan nuklir yang masih berlangsung dengan Amerika Serikat melalui mediator. Dalam proses negosiasi yang disebut masih berjalan, Teheran menolak salah satu tuntutan utama Washington terkait pengelolaan uranium yang telah diperkaya.

Sikap ini muncul di tengah upaya diplomasi yang bertujuan meredakan ketegangan nuklir, namun justru memperlihatkan masih lebarnya jarak posisi kedua pihak.

Iran Tegaskan Uranium Harus Tetap di Dalam Negeri

Dua sumber senior Iran yang mengetahui jalannya perundingan menyampaikan bahwa pemerintah Iran telah mencapai konsensus internal terkait isu sensitif ini. Mereka menegaskan bahwa uranium yang sudah diperkaya tidak akan dikirim ke luar negeri dalam kondisi apa pun.

Salah satu sumber tersebut menjelaskan bahwa keputusan itu datang dari arahan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei dan disepakati oleh seluruh jajaran pemerintahan.

“Arahan Pemimpin Tertinggi, dan konsensus di dalam pemerintahan, adalah bahwa uranium yang diperkaya tidak boleh meninggalkan negara ini,” kata salah satu sumber kepada Reuters.

Pernyataan tersebut memperjelas bahwa Iran memandang kepemilikan uranium yang diperkaya sebagai bagian penting dari kedaulatan dan keamanan nasional.

Amerika Serikat Desak Penghapusan Material Nuklir

Di sisi lain, Washington tetap mempertahankan tuntutan kerasnya dalam negosiasi. Pemerintah Amerika Serikat menilai uranium yang telah diperkaya berpotensi digunakan untuk tujuan militer jika tidak diawasi secara ketat.

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menegaskan bahwa Washington pada akhirnya akan menguasai cadangan uranium yang diperkaya milik Teheran.

Trump menyampaikan pernyataan itu saat berbicara kepada wartawan di Gedung Putih. Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan membiarkan Iran mempertahankan material nuklir yang dinilai berbahaya bagi keamanan global.

“Kita akan mendapatkan uranium yang sangat diperkaya; kita akan mendapatkannya,” tegas Trump seperti dilansir Al Arabiya dan Anadolu Agency, Jumat (22/5/2026).

Trump bahkan menyebut kemungkinan menghancurkan uranium tersebut setelah berhasil menguasainya. Menurut dia, langkah itu perlu dilakukan agar Iran tidak memiliki peluang mengembangkan senjata nuklir.

“Kita akan mendapatkannya. Kita tidak membutuhkannya, kita tidak menginginkannya. Mungkin akan menghancurkannya setelah mendapatkannya, tetapi kita tidak akan membiarkan mereka memilikinya,” ucap Presiden AS tersebut.

Pernyataan Trump menegaskan bahwa penguasaan uranium Iran menjadi salah satu target utama kebijakan keamanan Washington. Pemerintah AS menilai stok uranium yang diperkaya dapat membuka jalan bagi Iran untuk mempercepat pengembangan senjata nuklir.

(*)

Back to top button