
POJOKNGERI.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kembali melontarkan pernyataan keras terhadap Iran. Ia mengklaim terdapat perpecahan di dalam tubuh kepemimpinan Teheran dan menilai rakyat Iran mengalami kebingungan dalam melihat arah kepemimpinan negara mereka.
Trump menyebut adanya tarik-menarik antara kelompok moderat dan garis keras di Iran. Ia menegaskan bahwa kondisi internal tersebut memperlemah posisi Iran dalam menghadapi tekanan internasional.
Dalam pernyataannya di media sosial, Trump juga menekankan strategi tekanan ekonomi terhadap Iran melalui blokade dan sanksi.
“Blokade sangat ketat dan kuat, dan dari situ keadaan hanya akan semakin buruk. Waktu tidak berpihak pada mereka,” tulis Trump di media sosial. “Kesepakatan hanya akan dibuat jika menguntungkan Amerika Serikat dan sekutunya.”
Ia juga menyiratkan bahwa Washington tidak akan terburu-buru mencapai kesepakatan baru dengan Teheran tanpa keuntungan strategis yang jelas bagi AS dan sekutunya.
Iran Membantah
Pernyataan Trump ini lantas mendapat bantahan dari Teheran
Sejumlah pejabat tinggi Iran menegaskan bahwa negara mereka tetap solid di tengah tekanan geopolitik dan konflik yang memanas.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, hingga Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf menyampaikan pesan serupa.
Iran menegaskan berada dalam kondisi bersatu. Pernyataan tersebut juga diperkuat oleh Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran melalui unggahan resmi di media sosial.
“Di Iran, tidak ada radikal atau moderat. Kita semua adalah orang Iran dan revolusioner,” demikian pernyataan bersama para pejabat, seperti dikutip Al Jazeera, Jumat (24/4/2026).
“Dengan persatuan kokoh antara rakyat dan pemerintah serta ketaatan kepada Pemimpin Tertinggi, kami akan membuat agresor menyesali tindakannya,” imbuhnya.
Wakil Presiden Pertama Iran, Mohammad Reza Aref, menegaskan hal serupa dalam pernyataan terpisah.
“Iran bukan tanah perpecahan, tetapi benteng persatuan. Keragaman politik adalah bagian dari demokrasi kami, namun di saat genting, kami adalah satu tangan di bawah satu bendera,” ujarnya.
Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi juga menegaskan bahwa koordinasi antara militer dan pemerintah berjalan solid.
“Kegagalan operasi teroris Israel tercermin dari bagaimana institusi negara Iran tetap bertindak dengan persatuan, tujuan, dan disiplin,” kata Araghchi. “Medan perang dan diplomasi adalah dua front yang sepenuhnya terkoordinasi.”
(*)


