Politik

Ridho Rahmadi Mundur dari Ketum Partai Ummat, Amien Rais Beri Restu dan Pesan untuk Pemilu 2029

POJOKNEGERI.com – Ridho Rahmadi memilih mengakhiri masa kepemimpinannya sebagai Ketua Umum Partai Ummat dan mengalihkan fokus ke dunia pendidikan serta pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Ridho mengatakan keputusan tersebut merupakan bagian dari proses regenerasi dalam tubuh Partai Ummat. Ia mengibaratkan pergantian kepemimpinan seperti perlombaan estafet, ketika seorang pelari menyerahkan tongkat kepada pelari berikutnya agar tim tetap mencapai tujuan.

“Ini tour of duty biasa, organisasi yang modern, kalau pelari di depan mulai ‘ngos-ngosan’, ya disambut estafet pelari selanjutnya, sehingga tim tetap mencapai garis finis. Saya sekarang kembali ke kampus Politeknik Artificial Intelligence BMD, ke habitat asli,” kata Ridho kepada wartawan, Kamis (3/9/2026).

Tetap Berada di Majelis Syura

Meski melepas posisi sebagai ketua umum, Ridho memastikan dirinya tidak sepenuhnya meninggalkan Partai Ummat. Ia tetap menjalankan peran sebagai anggota Majelis Syura.

“Saya tidak di kepengurusan, tapi masih sebagai anggota Majelis Syura karena memang aturan di Partai Ummat, ketum adalah anggota Majelis Syura yang ditugaskan,” ujar Ridho.

Ridho menjelaskan bahwa keputusan tersebut tidak ia ambil secara sepihak. Ia terlebih dahulu berdiskusi dengan Ketua Majelis Syura Partai Ummat Amien Rais yang juga merupakan mertuanya.

“Tentu saya berdiskusi dulu dengan Pak Amien, ya beliau mendukung keputusan ini, terlebih karena memang untuk fokus di kampus AI yang baru didirikan dan baru masuk tahun kedua,” tambahnya.

Amien Rais Titip Persiapan Pemilu 2029

Menurut Ridho, Amien Rais memberikan dukungan terhadap keputusan tersebut sekaligus menyampaikan pesan kepada kepemimpinan baru Partai Ummat. Amien meminta partai memanfaatkan waktu yang tersedia untuk mempersiapkan diri menghadapi Pemilu 2029.

“Pak Amien mendukung, untuk pesan ke kepemimpinan baru agar mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk menghadapi Pemilu 2029,” ujar dia.

Ridho menegaskan dirinya tetap berkomitmen terhadap Partai Ummat meski tidak lagi memimpin kepengurusan harian.

Pada saat yang sama, pergantian kepemimpinan juga diikuti pengunduran diri Sekjen Partai Ummat Taufik Hidayat. Taufik membenarkan dirinya mundur karena sebelumnya terpilih dalam satu paket bersama Ridho.

“Iya betul per 20 Agustus 2026. Iya (mundur juga) karena terpilih satu paket bersama ketum,” ujar Taufik ketika dimintai konfirmasi, Rabu (2/9).

Dengan mundurnya Ridho dan Taufik, Partai Ummat kini harus menyiapkan kepemimpinan baru sekaligus menyusun strategi menghadapi agenda politik menuju Pemilu 2029.

(*)

Back to top button