Pemerintah Perkuat Produksi Bawang Putih untuk Tekan Impor

POJOKNEGERI.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan pemerintah terus memperkuat produksi bawang putih nasional untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Pemerintah menargetkan penguatan produksi berjalan seiring dengan perbaikan produktivitas petani, infrastruktur pascapanen, distribusi, hingga kepastian pasar.
Zulkifli menyampaikan hal itu saat menghadiri panen raya bawang putih di Kecamatan Sembalun Bumbung, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (19/8/2026).
Panen berlangsung di lahan seluas 105 hektare dengan estimasi produksi mencapai 1.050 ton dan melibatkan sembilan kelompok tani serta 287 petani.
Zulkifli Minta Langkah Konkret
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah juga meresmikan Gudang Ketahanan Pangan Polri di Sembalun.
Fasilitas itu mendukung penyimpanan dan pengelolaan hasil panen petani sekaligus memperkuat infrastruktur ketahanan pangan.
“Kalau kita ingin mengurangi impor, langkahnya harus konkret. Kita perkuat produksi petani, produktivitas, gudang, distribusi, sampai kepastian pasar. Semua membutuhkan kerja bersama lintas kementerian dan lembaga,” ujar Zulkifli Hasan dalam keterangan tertulis, Kamis (20/8/2026).
Zulkifli menjelaskan Polri turut berperan dalam memperkuat ekosistem bawang putih melalui dukungan terhadap pengembangan produksi dan ketahanan pangan.
Menurutnya, pemerintah perlu membangun sentra produksi sekaligus memastikan hasil panen petani terserap pasar.
Saat ini produksi bawang putih nasional baru mencapai sekitar 39.000-40.000 ton per tahun. Sementara itu, kebutuhan nasional mencapai sekitar 600.000 ton. Kondisi tersebut membuat sekitar 90-95 persen kebutuhan bawang putih masih bergantung pada impor.
Dorong Sentra Produksi
“Karena itu, pemerintah mendorong pengembangan sentra produksi, peningkatan produktivitas, penguatan infrastruktur pascapanen, serta kepastian pasar bagi petani,” tuturnya.
Pemerintah juga melakukan penanaman bawang putih secara serentak di 17 provinsi. Di NTB, penanaman mencapai 120 hektare dengan potensi produksi sekitar 1.200 ton yang diproyeksikan panen pada November 2026.
Zulkifli menegaskan Kemenko Pangan akan memperkuat koordinasi antara kementerian, lembaga, pemerintah daerah, Polri, dunia usaha, dan petani untuk meningkatkan produksi nasional.
“Dari Sembalun kita ingin menunjukkan bahwa Indonesia tidak boleh selamanya bergantung pada impor bawang putih. Kita harus terus meningkatkan kemampuan produksi dari negeri sendiri,” tutup Zulkifli Hasan.
(*)
