Nasional

Pembelajaran Terganggu Akibat Gempa, Kemendikdasmen Salurkan Bantuan ke Sekolah NTT

POJOKNEGERI.com – Aktivitas pendidikan di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) masih menghadapi dampak gempa.

Ribuan guru dan puluhan ribu murid harus menyesuaikan kegiatan belajar karena sekolah terdampak bencana dan sebagian kegiatan tatap muka dihentikan sementara.

Data Satuan Pendidikan Aman Bencana per 19 Agustus mencatat sebanyak 512 satuan pendidikan di tujuh kabupaten terdampak bencana.

Kondisi tersebut melibatkan 94.452 murid serta 8.755 guru dan tenaga kependidikan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 276 satuan pendidikan mengalami gangguan pembelajaran yang berdampak pada 52.268 murid.

Mereka mengikuti pembelajaran dari rumah masing-masing maupun di sejumlah titik pengungsian.

Keselamatan Jadi Prioritas

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran dengan kondisi setiap satuan pendidikan.

Pemerintah mengutamakan keselamatan warga sekolah sebelum kembali menjalankan pembelajaran tatap muka secara normal.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan kementeriannya menyiapkan pembelajaran darurat sebagai salah satu solusi bagi sekolah yang belum dapat menjalankan kegiatan belajar seperti biasa.

“Prioritas dan komitmen Kemendikdasmen adalah keselamatan guru dan murid di wilayah bencana. Karena itu, pembelajaran yang dilakukan juga mempertimbangkan keselamatan guru dan murid. Salah satunya menggunakan sistem pembelajaran darurat dengan kurikulum darurat,” kata Mu’ti dalam keterangan tertulis, Rabu (19/8).

Kemendikdasmen juga mulai mengirimkan bantuan ke sejumlah wilayah terdampak. Tim kementerian telah tiba di Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Flores, untuk mendukung keberlangsungan pembelajaran bagi warga sekolah.

“Tim Kemendikdasmen yang sudah sampai di Labuan Bajo telah membawa bantuan yang berisi 2.000 paket bingkisan anak, 800 school kit, dan 70 family kit untuk mendukung pembelajaran di masa darurat,” ujarnya.

Pastikan Hak Belajar Tetap Terpenuhi

Melalui Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), Kemendikdasmen terus memantau kebutuhan satuan pendidikan, guru, dan murid yang terdampak bencana.

Kepala BKPDM Toni Toharudin menegaskan kondisi darurat tidak boleh menghilangkan hak siswa untuk mendapatkan pendidikan.

“Kami memastikan mereka tetap mendapatkan dukungan agar proses pembelajaran dapat terus berlangsung dan hak belajar murid tetap terpenuhi, meskipun berada dalam kondisi yang penuh keterbatasan,” kata Toni.

(*)

Back to top button