DPRD Samarinda Perketat Pengawasan Sosial, Soroti Masih Ditemukannya Kasus Kemiskinan Ekstrem
POJOKNEGERI.com – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti menyoroti masih ditemukannya sejumlah kasus kemiskinan ekstrem di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Puji sapaan akrabnya mengatakan kondisi tersebut menjadi peringatan serius bagi seluruh pemangku kepentingan.
Anggota legislatif Kota Samarinda dari Partai Demokrat ini masih adanya warga yang hidup dalam kondisi sangat memprihatinkan menunjukkan bahwa sebagian masyarakat belum tersentuh secara optimal oleh sistem pelayanan sosial maupun program pemerintah.
“Masih ditemukan warga yang benar-benar belum tersentuh oleh perhatian pemerintah maupun sistem sosial yang ada,” kata Puji.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul sejumlah kasus yang mencuat ke publik dan menggambarkan kondisi sosial warga yang masih rentan di beberapa wilayah Samarinda.
Puji mencontohkan adanya kasus seorang pelajar yang meninggal dunia akibat infeksi yang diduga berkaitan dengan lingkungan tempat tinggal yang tidak layak.
Peristiwa ini memunculkan keprihatinan karena menunjukkan dampak langsung kondisi lingkungan terhadap kesehatan masyarakat.
Selain itu, publik juga menyoroti kisah tiga anak di kawasan Jalan Biawan yang harus merawat ibu mereka yang mengalami kelumpuhan akibat stroke. Keterbatasan ekonomi membuat keluarga tersebut kesulitan memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari maupun perawatan kesehatan.
Menurut Puji, berbagai kasus tersebut menunjukkan bahwa sistem pendataan dan pengawasan sosial di tingkat bawah masih belum berjalan optimal, sehingga sejumlah kondisi warga tidak terdeteksi lebih awal.
Ini menandakan adanya kesenjangan informasi antara laporan administratif dengan kondisi nyata yang dihadapi masyarakat. Data yang tercatat di atas kertas sering kali tidak sepenuhnya menggambarkan situasi warga di lapangan.
Puji menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa berbagai program intervensi pemerintah untuk mengatasi kemiskinan ekstrem belum tersampaikan secara maksimal kepada kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.
“Program kebijakan dan intervensi pemerintah belum sepenuhnya tersalurkan secara utuh hingga ke lapisan masyarakat paling bawah,” imbuh Puji.
DPRD Siap Turun Langsung ke Masyarakat
Berkaca pada berbagai temuan tersebut, DPRD Samarinda menegaskan akan memperkuat fungsi pengawasan dengan lebih sering turun langsung ke lapangan. Langkah ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi masyarakat sekaligus memastikan program bantuan berjalan sesuai sasaran.
“Kami berkomitmen untuk memperbanyak turun langsung ke lapangan. Kita harus melihat dan memastikan sendiri kondisi riil masyarakat bawah, bukan sekadar membaca angka-angka statistik,” jelas Puji.
Selain meningkatkan kunjungan lapangan, DPRD juga mendorong penguatan koordinasi lintas sektor yang melibatkan RT, kelurahan, dinas sosial, serta perangkat daerah terkait. Upaya tersebut bertujuan mempercepat deteksi terhadap warga rentan dan memastikan bantuan dapat diberikan tepat waktu.
(*/ADVdprdsmd)