
POJOKNEGERI.com – Antonio Conte resmi mengakhiri kebersamaannya dengan Napoli meski kontraknya sebenarnya masih berlaku hingga 2027.
Keputusan itu ia umumkan setelah Napoli menutup musim Serie A 2025/2026 dengan kemenangan 1-0 atas Udinese di Stadion Maradona.
Kemenangan tersebut memastikan Napoli finis di posisi kedua klasemen akhir Liga Italia dengan koleksi 76 poin.
Conte meninggalkan Napoli dengan catatan yang cukup impresif. Dalam 91 pertandingan sejak menangani klub pada musim 2024/2025, ia membukukan 54 kemenangan, 19 hasil imbang, dan 18 kekalahan.
Selama periode tersebut, mantan pelatih Juventus FC dan Inter Milan itu juga mempersembahkan dua trofi penting, yakni Scudetto dan Piala Super Italia.
Conte Akui Sudah Ingin Pergi Sejak Sebulan Lalu
Conte mengungkapkan bahwa dirinya sudah memberi sinyal perpisahan kepada presiden klub sejak sebulan lalu. Ia merasa waktunya bersama Napoli memang sudah selesai meski masih memiliki sisa kontrak.
“Saya menelepon presiden klub sebulan lalu… dan bilang kepada dia, ‘Mengingat persahabatan kita, saya merasa waktu saya di sini sudah selesai’. Keputusan ini sepenuhnya saya ambil sendiri,” ungkap Conte dilansir Reuters.
Pelatih berusia 56 tahun itu menegaskan bahwa dirinya tidak pernah nyaman menjalani musim tanpa ambisi besar. Karena itu, ia memilih mundur ketika merasa situasi di klub tidak lagi sesuai dengan prinsipnya.
“Saya bukan tipe orang yang menyukai musim yang biasa-biasa saja, dan saya tidak akan pernah menyukainya,” lanjut mantan allenatore Juventus dan Inter Milan tersebut.
Atmosfer Negatif Jadi Alasan Utama
Conte juga mengungkapkan adanya dinamika internal yang membuatnya tidak nyaman sepanjang musim. Menurutnya, suasana di ruang ganti dan lingkungan klub menjadi salah satu faktor terbesar yang mendorong keputusan hengkang lebih cepat.
Ia menyinggung kehadiran sejumlah pemain baru pada bursa transfer Januari yang ternyata tidak mampu memperbaiki situasi tim. Sebaliknya, kondisi internal justru semakin rumit.
“Saya melihat situasi di sana yang tidak saya sukai. Pastinya ada beberapa pemain baru yang datang di Januari, sedangkan kelompok pemain lama dan saya dalam dinamika yang sangat sulit,” ujar Conte.
Mantan pelatih Chelsea FC itu bahkan mengakui kegagalannya dalam menyatukan seluruh elemen tim selama berada di Naples.
“Saya gagal di satu hal di Naples: Saya tidak mampu memadukan semuanya. Saya melihat ada banyak racun, terlalu banyak hal jahat. Bagaimanapun, saya berterima kasih kepada presiden dan fans yang memahami saya,” katanya.
Masa Depan Conte Masih Misterius
Setelah meninggalkan Napoli, nama Conte langsung dikaitkan dengan kursi pelatih Tim nasional sepak bola Italia yang kosong usai mundurnya Gennaro Gattuso akibat kegagalan Italia lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.
Namun Conte buru-buru membantah rumor tersebut. Ia menegaskan belum mengambil keputusan apa pun mengenai masa depannya dan membuka kemungkinan untuk beristirahat dari dunia sepak bola.
“Itu semua cuma omongan belaka. Tapi untuk saat ini saya tidak tahu apa pun tentang masa depan saya. Mungkin saya akan mengambil waktu istirahat,” tegasnya
(*)
