Lorenzo Sebut Tiga Sirkuit Jadi Kunci Marc Marquez dalam Perburuan Gelar MotoGP 2026

POJOKNEGERI.com – Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 diprediksi semakin sengit memasuki paruh akhir musim.
Mantan juara dunia Jorge Lorenzo menilai Marc Marquez masih memiliki peluang besar untuk menjadi juara berkat keunggulan yang tidak dimiliki para rivalnya.
Menurut Lorenzo, ada tiga sirkuit yang bisa menjadi senjata utama Marquez untuk membalikkan keadaan dalam perebutan mahkota juara dunia.
Marquez memang menunjukkan tren positif dalam beberapa seri terakhir. Pebalap Ducati Lenovo itu berhasil memangkas selisih poin dari pemuncak klasemen Jorge Martin setelah meraih serangkaian hasil impresif. Kondisi tersebut membuat Lorenzo yakin perebutan gelar masih terbuka lebar.
Tiga Sirkuit Jadi Kartu Truf Marquez
Lorenzo menilai Marquez memiliki keuntungan besar ketika balapan berlangsung di lintasan yang didominasi tikungan ke kiri atau berlawanan arah jarum jam. Menurut mantan pebalap Yamaha dan Ducati itu, ada tiga sirkuit yang sangat cocok dengan karakter membalap Marquez, yakni Aragon, Phillip Island, dan Valencia.
Lorenzo menyebut ketiga lintasan tersebut dapat menjadi pembeda ketika persaingan gelar memasuki fase penentuan.
“Dia memiliki tiga kartu truf yang tidak dimiliki pebalap lain, yakni Aragon, Phillip Island, dan Valencia,” kata Lorenzo dalam podcast Duralavita, seperti dikutip Motosan.
“Jika dia tiba di sana dengan klasemen yang masih sangat ketat, dia bisa memiliki keunggulan kompetitif yang besar. Pebalap lain tidak memiliki senjata seperti itu.”
Menurut Lorenzo, kemampuan Marquez menaklukkan tikungan kiri sudah terbukti sepanjang kariernya di MotoGP. Karakter balapan yang mengandalkan keberanian saat memasuki tikungan menjadi salah satu keunggulan utama juara dunia delapan kali tersebut.
Dominasi Tikungan Kiri
Lorenzo meyakini peluang kemenangan Marquez akan meningkat drastis saat balapan digelar di sirkuit yang memiliki lebih banyak tikungan ke kiri. Karakter tersebut dinilai sangat sesuai dengan gaya balap Marquez yang agresif namun tetap efektif.
“Saya pikir ketika balapan digelar di trek dengan dominasi tikungan kiri seperti tiga sirkuit itu, peluang Marc untuk menang mencapai 80 hingga 90 persen. Di trek yang didominasi tikungan kanan, persaingan jauh lebih seimbang. Perebutan gelar musim ini menjadi sangat menarik,” ujarnya.
Pernyataan Lorenzo memperlihatkan bahwa faktor karakter lintasan masih menjadi elemen penting dalam persaingan MotoGP modern. Meski performa motor berperan besar, kemampuan pebalap memaksimalkan karakter sirkuit tetap menjadi penentu hasil balapan.
Marquez selama ini dikenal sebagai salah satu pebalap paling dominan di Aragon. Ia juga memiliki catatan impresif di Phillip Island serta Valencia, dua sirkuit yang kerap menghadirkan duel sengit pada akhir musim.
Bangkit Setelah Tertinggal Jauh
Optimisme Lorenzo terhadap peluang Marquez tidak muncul tanpa alasan. Pebalap asal Spanyol itu sempat mengalami situasi sulit setelah kembali membalap usai menjalani operasi. Ketika tampil pada MotoGP Italia di Mugello, Marquez masih tertinggal hingga 102 poin dari Jorge Martin yang memimpin klasemen sementara.
Namun, performa Marquez terus meningkat seiring berjalannya musim. Ia mampu tampil konsisten dan kembali bersaing di barisan depan bersama Ducati Lenovo.
Dalam empat balapan terakhir, Marquez berhasil memenangi tiga balapan utama. Ia juga mengoleksi dua kemenangan Sprint yang membuat selisih poin dengan Martin menyusut secara signifikan.
Kini, Marquez hanya tertinggal 18 poin dari rival senegaranya tersebut. Jarak itu dinilai masih sangat mungkin dikejar mengingat masih tersisa sejumlah seri hingga akhir musim.
Perebutan Gelar Semakin Terbuka
Performa konsisten Marquez membuat persaingan menuju gelar juara dunia MotoGP 2026 kembali memanas. Jika mampu mempertahankan tren positif hingga memasuki Aragon, Phillip Island, dan Valencia, peluangnya untuk merebut puncak klasemen akan semakin besar.
Di sisi lain, Jorge Martin dan para pesaing lain dituntut menjaga konsistensi agar tidak kehilangan poin penting pada seri-seri penutup musim. Kesalahan kecil berpotensi mengubah peta persaingan mengingat selisih poin di papan atas semakin tipis.
(*)
