
POJOKNEGERI.com – Ducati tidak ingin akhir perjalanan Francesco Bagnaia bersama tim berlangsung dengan kekecewaan. Meski Bagnaia akan meninggalkan Ducati dan bergabung dengan Aprilia pada MotoGP 2027, tim asal Italia itu memastikan tetap memberikan dukungan penuh hingga lap terakhir musim 2026.
Komitmen tersebut menjadi penting bagi Bagnaia yang sedang menghadapi salah satu periode tersulit dalam kariernya di MotoGP. Performa pebalap asal Italia itu terus menurun sepanjang musim ini dan semakin terlihat dalam beberapa seri terakhir.
Bagnaia belum kembali memenangkan balapan utama sejak terakhir kali melakukannya di Sirkuit Motegi hampir setahun lalu. Musim ini, ia baru mengoleksi empat podium dengan seluruhnya berakhir di posisi ketiga.
Situasi semakin sulit setelah Bagnaia enam kali gagal finis. Dua kegagalan terbarunya terjadi dalam dua seri terakhir di Silverstone dan Aragon akibat kecelakaan.
Ducati Tak Ingin Bagnaia Pergi dengan Kekecewaan
Ducati memahami bahwa masalah Bagnaia bukan sekadar hasil balapan. Sang pebalap juga kehilangan kepercayaan diri terhadap karakter Desmosedici GP26.
Kondisi tersebut kembali terlihat pada MotoGP San Marino 2026. Bagnaia hanya menempati posisi ke-19 dari 21 pebalap dalam sesi latihan. Hasil itu memaksanya kembali tampil di Q1 untuk keempat kalinya secara beruntun.
Situasi Bagnaia semakin kontras jika dibandingkan dengan Marc Marquez. Rekan setimnya tersebut telah meraih empat kemenangan musim ini dan masih menjadi salah satu kandidat kuat di barisan terdepan meski menghadapi masalah pada bahunya.
Bagnaia bahkan secara terbuka mengungkapkan kerinduannya terhadap karakter GP24. Motor yang ia gunakan pada 2024 itu membantunya meraih 10 kemenangan dalam satu musim.
Namun, Ducati tidak menganggap pernyataan Bagnaia sebagai tanda retaknya hubungan kedua pihak. Bos Ducati Davide Tardozzi justru menegaskan bahwa timnya memahami apa yang sedang dirasakan sang pebalap.
“Saya pikir Pecco (panggilan Bagnaia) punya opininya sendiri, namun setelah musim 2024 kami berhasil menjadi juara pada 2025,” ujar Tardozzi pada Jumat (11/9), dikutip Crash.
Tardozzi Akui Bagnaia Kehilangan Feeling
Menurut Tardozzi, persoalan utama Bagnaia terletak pada feeling ketika mengendarai motor. Ducati belum berhasil memberikan kembali rasa percaya diri yang sebelumnya muncul ketika Bagnaia mengendarai GP24.
“Namun, maksud saya, Pecco masih menginginkan rasa percaya diri yang dulu diberikan oleh motor lamanya, dan sayangnya dia belum menemukannya pada motor baru ini,” ujarnya.
Ducati kini berusaha memperbaiki karakter GP26 agar lebih sesuai dengan kebutuhan Bagnaia. Tim tersebut secara khusus mengembangkan bagian depan motor serta kemampuan menikung.
“Bagaimanapun, kami berusaha keras untuk mengembalikan sensasi tersebut kepadanya, terutama terkait bagian depan motor dan kecepatan saat menikung,” tegas Tardozzi.
Ducati memang belum menemukan solusi yang diharapkan. Namun, Tardozzi memastikan tim tidak akan berhenti bekerja untuk membantu Bagnaia, termasuk pada seri kandang mereka di Misano.
“Tapi sejauh ini, tampaknya kami belum berhasil mewujudkannya. Kami sedang berupaya mengembalikan rasa itu untuknya, khususnya di Misano, tempat kami tahu dia sangat cepat,” tandasnya.
Janji Ducati hingga Lap Terakhir
Keputusan Bagnaia untuk meninggalkan Ducati tidak membuat hubungan kedua pihak memburuk. Tardozzi bahkan memastikan tidak ada persoalan kepercayaan di antara Bagnaia dan tim.
“Yang pasti, tidak ada masalah kepercayaan antara Ducati dan Pecco, baik dari sisi kami maupun dirinya. Saya mengetahuinya karena saya berbicara dengannya setiap hari, dan saya tahu tidak ada masalah di antara kami.”
Ducati ingin mengakhiri kerja sama dengan Bagnaia secara positif. Karena itu, tim akan terus membantu pebalap berusia 29 tahun tersebut hingga musim benar-benar berakhir.
“Dia sangat paham bahwa kami berusaha keras untuk membantunya, dan dia juga sangat paham bahwa kami akan terus berjuang bersamanya hingga lap terakhir di balapan terakhir,” pungkas Tardozzi.
(*)
