Sports
Sedang tren

Beda Filosofi, Jurgen Klopp Dinilai Tak Cocok Latih Real Madrid

POJOKNEGERI.com – Jurgen Klopp dikabarkan tengah menjadi incaran Real Madrid untuk melatih klub berjuluk Los Blancos itu.

Kabar ini kian menguat setelah Reat Madrid tidak akan mempertahankan Alvaro Arbeloa di kursi kepelatihan untuk musum depan.

Presiden Madrid Florentino Pérez dilaporkan tengah mempertimbangkan Klopp dan José Mourinho sebagai kandidat pelatih anyar musim depan.

Meski demikian, Klopp disebut masih nyaman bekerja dalam proyek Red Bull GmbH setelah meninggalkan Liverpool dua tahun lalu.

Klopp memang memiliki rekam jejak impresif. Ia sukses membangun Borussia Dortmund menjadi penantang serius dominasi Bayern Munich, serta mengantar Liverpool meraih gelar liga pertama mereka dalam 30 tahun.

Namun, tidak semua pihak yakin pendekatan Klopp akan cocok diterapkan di Santiago Bernabéu.

Filosofi Berbeda Jadi Penghalang

Legenda sepak bola Jerman Oliver Kahn secara terbuka meragukan kecocokan Klopp dengan Madrid.

Ia menilai filosofi kerja Klopp bertolak belakang dengan karakter klub raksasa Spanyol tersebut.

“Saya tidak tahu apakah saya akan melakukannya seandainya saya adalah Juergen Klopp,” ujar Kahn kepada Sky, seperti dikutip Marca.

Kahn menegaskan bahwa Klopp merupakan tipe pelatih yang senang membangun tim dari fondasi yang jelas.

“Juergen itu kan seorang pelatih yang suka mengembangkan, suka membangun,” lanjutnya.

Menurut Kahn, pendekatan ini membutuhkan waktu, kesabaran, dan komitmen penuh dari pemain untuk mengikuti sistem yang sudah ditentukan. Di Dortmund dan Liverpool, Klopp mendapatkan kondisi ideal tersebut.

Real Madrid dan Budaya Superstar

Sebaliknya, Kahn melihat Madrid sebagai klub dengan dinamika berbeda. Ia menilai Los Blancos lebih mengandalkan kualitas individu dibandingkan sistem kolektif yang kaku.

“Selain itu, dia itu kan bekerja dengan sebuah sistem yang telah ditentukan. Sedangkan Real Madrid itu suatu klub yang benar-benar berbeda. Real Madrid itu sebuah kumpulan individu-individu, kumpulan superstar-superstar yang sepenuhnya menolak untuk tunduk pada konsep apapun yang diterapkan kepada mereka,” jelas Kahn.

Pernyataan ini menyoroti tantangan utama yang mungkin dihadapi Klopp. Ia harus mampu mengubah pendekatan atau meyakinkan para pemain bintang untuk mengikuti filosofi permainannya.

Tantangan Mengelola Ego Pemain

Kahn juga menekankan pentingnya kemampuan manajemen pemain di klub seperti Madrid. Ia menilai keberhasilan seorang pelatih tidak hanya ditentukan oleh taktik, tetapi juga oleh cara berkomunikasi dan membangun hubungan dengan pemain.

“Kita sudah melihatnya dengan Xabi Alonso. Ini adalah tentang apakah, sebagai seorang pelatih, Anda punya rasa hormat, Anda bisa berhubungan dengan para pemain, Anda bisa mengatur bintang-bintang besar itu, dan Anda bisa meyakinkan mereka akan sistem yang ingin Anda terapkan,” Kahn menyimpulkan.

Dalam konteks ini, pelatih seperti Mourinho atau bahkan Carlo Ancelotti sering dianggap lebih cocok karena fleksibilitas mereka dalam mengelola ruang ganti yang penuh bintang.

(*)

Back to top button