Piala Dunia 2026, Bellingham Ingin Inggris Lebih Solid dan Terhubung dengan Suporter

POJOKNEGERI.com – Gelandang Jude Bellingham menegaskan harapannya agar tim nasional Inggris dapat membangun hubungan yang lebih erat dengan para suporter di Piala Dunia 2026.
Ia menilai bahwa aspek emosional dan kebersamaan dalam tim sama pentingnya dengan kualitas permainan di lapangan.
Bellingham menekankan bahwa setiap pemain perlu merasa dihargai dan menjadi bagian penting dari skuad agar Inggris bisa tampil lebih solid dalam turnamen besar.
Tim nasional England national football team datang ke Piala Dunia 2026 dengan ekspektasi besar.
Status mereka sebagai salah satu kandidat juara tidak terlepas dari konsistensi dalam beberapa turnamen terakhir.
Inggris finis di posisi keempat pada Piala Dunia 2018, lalu melangkah hingga perempat final pada edisi 2022 sebelum tersingkir oleh Prancis dalam laga ketat.
Meski gagal melangkah lebih jauh, performa mereka tetap dianggap kompetitif di level tertinggi.
Di ajang Euro, Inggris juga mencatatkan dua kali tampil di final dalam beberapa edisi terakhir, meski harus puas menjadi runner-up.
Namun, pada Euro 2024, sorotan terhadap tim meningkat tajam karena performa yang dinilai tidak konsisten meski berhasil mencapai partai puncak.
Bellingham Akui Ada Masalah di Luar Lapangan
Menyoroti pengalaman di Euro 2024, Bellingham mengakui bahwa terdapat persoalan non-teknis yang memengaruhi kekompakan tim. Ia menilai hubungan antar pemain dan suasana internal tidak berjalan optimal selama turnamen.
“Di Euro lalu, kami punya sejumlah hal yang agak salah di luar lapangan. Saya tak merasa grup ini terhubung sebaik yang semestinya untuk sejumlah alasan,” ungkapnya dikutip BBC.
Tekanan Ekspektasi Ganggu Performa Inggris
Bellingham juga menyinggung besarnya tekanan yang dihadapi Inggris sebagai salah satu favorit juara dalam setiap turnamen besar. Ia menilai ekspektasi tinggi kadang justru mengurangi kenikmatan dalam bermain.
“Ekspektasi punya peran di sana, kami tampil bagus di 2018 dan di Qatar (Piala Dunia 2022) dan ketika tiba ke turnamen itu, kami dilihat sebagai salah satu dari dua atau tiga tim yang seharusnya juara,” kata Bellingham.
Ia menambahkan bahwa hasil pertandingan tidak selalu sejalan dengan perasaan positif di dalam tim.
“Kami tak bermain baik jadi meskipun kami menang, Anda tak merasa sesenang yang seharusnya. Memang harus ada elemen pantang menyerah dan tekad untuk menag, tapi sudah menjadi sifat alami sepakbola bahwa kemenangan lekas hilang dan kami harus sedikit lebih menghargai momen itu,” ujarnya.
Bellingham Dorong Semua Pemain Merasa Dicintai
Menatap Piala Dunia 2026, Bellingham menekankan pentingnya rasa kebersamaan dan dukungan di dalam tim. Ia ingin setiap pemain merasa memiliki peran besar, tanpa terkecuali.
“Saya rasa kali ini dengan pengalaman-pengalaman itu, dan tahu, misalnya, bahwa orang yang mencetak gol kemenangan di final Piala Dunia tak selalu orang yang Anda jagokan, jadi Anda mesti selalu siap. Semua orang harus merasa dicintai dan merasa jadi bagian besar dari tim. Untuk hal lainnya, yang penting menikmati saja,” imbuh Bellingham.
Dengan pengalaman dari turnamen-turnamen sebelumnya, Inggris kini diharapkan mampu memperbaiki aspek mental dan hubungan internal tim. Bellingham menegaskan bahwa keberhasilan di Piala Dunia 2026 tidak hanya bergantung pada taktik, tetapi juga pada rasa percaya, kebersamaan, dan kemampuan menikmati permainan di bawah tekanan besar.
(*)


