
POJOKNEGERI.com – Portugal datang ke Piala Dunia 2026 dengan status sebagai salah satu kandidat kuat juara. Kualitas skuad yang dimiliki tim asuhan Roberto Martinez membuat banyak pihak menjagokan Selecao das Quinas untuk melangkah jauh dalam turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tersebut.
Meski demikian, kapten tim Cristiano Ronaldo tidak ingin rekan-rekannya terlalu larut dalam pembahasan peluang juara. Bintang berusia 41 tahun itu meminta seluruh pemain untuk fokus pada target jangka pendek terlebih dahulu, dimulai dengan meraih kemenangan pada pertandingan pembuka fase grup.
Portugal tergabung di Grup K bersama Republik Demokratik Kongo, Uzbekistan, dan Kolombia. Mereka akan mengawali perjalanan di turnamen dengan menghadapi Kongo pada Kamis (18/6) pukul 00.00 WIB. Setelah itu, Portugal dijadwalkan bertemu Uzbekistan pada 24 Juni dan Kolombia pada 28 Juni.
Di atas kertas, Portugal memiliki kualitas yang cukup untuk memimpin klasemen grup. Namun Ronaldo menilai status unggulan tidak akan berarti jika tim gagal menunjukkan performa terbaik di lapangan.
Ronaldo Sambut Piala Dunia dengan Optimisme
Menjelang dimulainya turnamen, Ronaldo mengaku antusias menyambut kesempatan kembali tampil di panggung sepak bola terbesar dunia. Pemain yang telah menjadi ikon sepak bola Portugal selama lebih dari dua dekade itu menegaskan bahwa Piala Dunia selalu memiliki makna istimewa bagi setiap pemain.
“Kami sangat senang dan memahami bahwa Piala Dunia selalu menjadi kompetisi spesial, seperti halnya Piala Eropa. Kami datang ke turnamen ini dengan harapan besar,” kata Ronaldo, dikutip Tribuna, Jumat (12/6).
Optimisme Ronaldo bukan tanpa alasan. Portugal saat ini diperkuat sejumlah pemain yang tampil konsisten di level klub maupun tim nasional. Kehadiran para pemain berpengalaman berpadu dengan talenta muda membuat skuad Portugal dinilai memiliki kedalaman yang cukup untuk bersaing dengan negara-negara unggulan lainnya.
Generasi Emas Portugal Siap Buktikan Kualitas
Ronaldo melihat skuad yang dimiliki Portugal saat ini sebagai salah satu generasi terbaik dalam sejarah sepak bola negaranya. Ia percaya para pemain memiliki kemampuan untuk menghadirkan prestasi besar sekaligus memberikan kebanggaan kepada para pendukung.
Meski demikian, Ronaldo menyadari bahwa perjalanan menuju gelar juara tidak hanya ditentukan oleh kualitas individu maupun kekuatan tim di atas kertas. Banyak faktor yang dapat memengaruhi hasil pertandingan selama turnamen berlangsung.
“Ini adalah generasi yang sangat bagus, tetapi ada faktor-faktor yang tidak dapat kami kendalikan, seperti pertandingan itu sendiri. Menang atau kalah adalah hal yang terpenting. Saya percaya generasi ini akan membawa banyak kegembiraan bagi rakyat Portugal,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Ronaldo tetap menjaga keseimbangan antara optimisme dan kewaspadaan. Ia memahami bahwa setiap pertandingan di Piala Dunia memiliki tingkat kesulitan yang berbeda dan sering kali menghadirkan kejutan.
Fokus Menjadi Juara Grup
Alih-alih berbicara terlalu jauh mengenai peluang mengangkat trofi, Ronaldo memilih menempatkan fokus penuh pada pertandingan pertama melawan Kongo. Menurutnya, langkah awal yang baik akan menjadi fondasi penting bagi perjalanan Portugal di fase-fase berikutnya.
“Hal terpenting adalah 17 Juni (18 Juni WIB, red), yakni pertandingan pertama kami. Dan kemudian, saat keadaan menjadi lebih sulit, saat itulah kita akan melihat juara sejati. Itu akan bergantung pada banyak faktor,” ujar Ronaldo.
Kapten Portugal itu menegaskan bahwa tim harus menjalani kompetisi secara bertahap. Ia ingin Portugal terlebih dahulu mengamankan posisi puncak klasemen Grup K sebelum memikirkan tantangan di babak gugur.
“Saya cukup yakin bahwa semuanya akan berjalan dengan baik. Yang penting adalah finis pertama di grup, lalu menjalani pertandingan demi pertandingan, selangkah demi selangkah, dengan tenang membangun kepercayaan diri dan menemukan ritme kami,” tegasnya.
Dengan pendekatan tersebut, Ronaldo berharap Portugal dapat menjaga konsistensi permainan sepanjang turnamen dan mewujudkan ambisi besar meraih gelar juara dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah sepak bola negara tersebut.
(*)


