
POJOKNEGERI.com – Audiensi Wakil Wali Kota Saefuddin Zuhri bersama pengurus Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Samarinda, berlangsung di Ruang Rapat Wakil Wali Kota pada Senin (22/6/2026).
Dalam pertemuan ini membahas persiapan Konferensi Cabang (Konfercab) GMKI 2026 serta sejumlah isu pembangunan kota.
Konfercab GMKI Cabang Samarinda rencananya akan digelar pada 26 hingga 28 Juni 2026 mendatang.
Perwakilan GMKI kemudian menyampaikan permohonan dukungan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda agar pelaksanaan Konfercab dapat berjalan sukses.
Koordinator Wilayah (Korwil) Pengurus Pusat GMKI Kaltim, Julio Antou, juga mengapresiasi berbagai capaian pembangunan yang Pemkot Samarinda lakukan di bawah kepemimpinan Wali Kota dan Wawali Samarinda.
Menurut dia, sejumlah program pembangunan serta gerakan kerja bakti yang Pemkot gencarkan terus memberikan dampak positif dalam membangun budaya hidup bersih dan partisipasi masyarakat.
“Kami juga menyampaikan sejumlah catatan terkait percepatan pembangunan, seperti Teras Samarinda, terowongan, serta pembenahan lapak Pasar Pagi yang saat ini sudah megah. Untuk Pasar Pagi, minta di perhatikan agar bisa benar-benar memberikan kenyamanan baik bagi para pedagang maupun masyarakat yang berkunjung,” ujar Julio Antou.
Respons Pemkot Samarinda
Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Saefuddin Zuhri mengapresiasi kunjungan dan komunikasi yang GMKI bangun dengan pemerintah daerah.
Ia menegaskan bahwa Pemkot Samarinda mendukung kegiatan-kegiatan positif yang berorientasi pada pembinaan generasi muda dan penguatan kapasitas kepemimpinan mahasiswa.
Menurut Wawali, organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan memiliki peran strategis dalam mencetak calon pemimpin masa depan sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan daerah.
Terkait permohonan dukungan pelaksanaan Konfercab GMKI, Saefuddin menyatakan bahwa Pemkot Samarinda akan berupaya memberikan dukungan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah yang tersedia saat ini.
“Kami akan berupaya mendukung kegiatan tersebut sebagai bagian dari pembinaan kaum muda sebagai penerus bangsa. Namun tentu harus sesuai dengan kondisi fiskal daerah yang saat ini cukup terbatas akibat adanya pemangkasan dana TKD (Transfer ke Daerah, Red),” ucap Wawali.
Selain itu, Saefuddin menjelaskan bahwa Pemkot terus menjalankan berbagai proyek pembangunan infrastruktur yang menjadi perhatian masyarakat secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah. Ia berharap kondisi keuangan daerah dapat segera membaik agar program pembangunan dapat berlangsung lebih optimal.
“Untuk agenda pembangunan infrastruktur yang disampaikan tadi, semuanya terus berprogres dan kami menyesuaikannya dengan kekuatan anggaran yang kita miliki. Mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar kondisi fiskal daerah segera sehat, sehingga pembangunan dapat berjalan semakin lancar,” tutupnya.
(*)
