POJOKNEGERI.com – Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp1,28 triliun untuk menjalankan program pembukaan rekening bank gratis bagi 25,16 juta penduduk dewasa.
Melalui program ini, setiap penerima akan memperoleh rekening baru dengan saldo awal sebesar Rp50 ribu.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah menargetkan program tersebut mulai terealisasi pada Desember 2026.
Saat ini, pemerintah masih mematangkan sejumlah persiapan sebelum menyalurkan rekening gratis kepada masyarakat yang memenuhi kriteria.
“Stimulus di akhir tahun salah satunya adalah pembukaan rekening baru dengan saldo awal Rp50 ribu, targetnya 25,16 juta penduduk dewasa,” katanya dalam konferensi pers di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis (5/11).
Airlangga menyebut pemerintah masih membahas harmonisasi regulasi dan pemadanan data calon penerima.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian juga berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait agar program tersebut berjalan sesuai sasaran.
“Rekening gratis masih dalam pematangan, dalam dua bulan ini akan direalisasikan,” ujarnya.
Tiga Kriteria Menentukan Penerima
Pemerintah menetapkan sejumlah persyaratan untuk menentukan masyarakat yang berhak memperoleh rekening gratis pada tahap awal.
Pertama, calon penerima harus berusia di atas 17 tahun. Kedua, mereka harus masuk kelompok desil 1 hingga 4 atau kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terbawah.
Ketiga, calon penerima harus masuk dalam basis data yang pemerintah siapkan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Airlangga menegaskan pemerintah masih menyelaraskan data dan regulasi sebelum menetapkan daftar penerima program tersebut.
“Rekening gratis masih dalam pembahasan terkait dengan harmonisasi data dan regulasi,” ujar Airlangga.
Gandeng BRI dan BSI Perluas Inklusi Keuangan
Pemerintah melibatkan Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam penyiapan data penerima sekaligus pelaksanaan program.
Kebijakan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan perbankan.
Melalui pembukaan rekening baru, pemerintah berharap semakin banyak masyarakat dapat memanfaatkan layanan keuangan formal. Pemerintah menargetkan tingkat inklusi keuangan nasional meningkat dari 93 persen menjadi mendekati 99 persen.
Dengan target 25,16 juta penerima dan anggaran sekitar Rp1,28 triliun, pemerintah kini perlu menuntaskan pematangan regulasi serta validasi data agar penyaluran rekening gratis pada Desember 2026 berjalan tepat sasaran.
(*)



