Advertorial

Pemadaman Listrik Kembali Terjadi, DPRD Samarinda Soroti Kinerja PLN

POJOKNEGERI.com –  DPRD Kota Samarinda mempertanyakan konsistensi pelayanan kelistrikan menyusul kembali terjadinya pemadaman bergilir di sejumlah wilayah.

Gangguan tersebut dinilai mulai mengganggu kegiatan warga hingga aktivitas pelaku usaha.

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim, mengatakan persoalan pemadaman bukan kali pertama terjadi.

Ia menyebut gangguan serupa telah dirasakan masyarakat sekitar satu bulan sebelumnya.

Kondisi tersebut, menurut Rohim, semestinya menjadi bahan evaluasi bagi PLN agar kejadian yang sama tidak kembali terulang.

“Pemadaman berulang ini sudah yang kedua kali. Saya menyebutnya PLN enggak becus,” ujar Abdul Rohim.

Durasi Pemadaman Dipertanyakan

Politikus tersebut juga menyoroti waktu penanganan gangguan yang dinilai terlalu panjang. Penjelasan mengenai proses perbaikan, menurutnya, harus dibarengi dengan target penyelesaian yang jelas.

Rohim menilai persoalan teknis pada jaringan seharusnya dapat segera ditangani sehingga masyarakat tidak terlalu lama kehilangan pasokan listrik.

“Kalau penanganannya dilakukan dengan baik, seharusnya persoalan seperti ini bisa diselesaikan dalam tiga hari, atau paling lambat satu minggu,” katanya.

Ia menambahkan, pemadaman berkepanjangan dapat menimbulkan dampak ekonomi. Pelaku usaha yang membutuhkan listrik untuk menjalankan peralatan maupun kegiatan operasional dapat mengalami kerugian ketika pasokan listrik terhenti.

Minta PLN Berikan Kompensasi

DPRD Samarinda juga meminta PLN mempertimbangkan kompensasi bagi pelanggan yang terdampak.

Bentuk kompensasi yang diusulkan antara lain pengurangan tagihan listrik pada periode terjadinya pemadaman.

“Kalau sampai terjadi pemadaman, tagihan listrik pada bulan tersebut seharusnya bisa diberikan keringanan. Minimal dipotong 50 persen, atau bahkan dibebaskan. Itu bentuk tanggung jawab kepada masyarakat,” tegas Rohim.

Selain kompensasi, DPRD meminta PLN lebih terbuka dalam menyampaikan informasi kepada publik. Penjelasan mengenai penyebab gangguan, wilayah terdampak, serta perkiraan waktu pemulihan dinilai penting agar masyarakat dapat mempersiapkan aktivitasnya.

DPRD Samarinda berharap PLN tidak hanya melakukan perbaikan sementara, tetapi juga mencari solusi agar gangguan listrik berulang dapat diminimalkan.

(advdprdsmd)

Back to top button