Internasional
Sedang tren

Iran Bersiap Pertahankan Kedaulatan, Pezeshkian Pastikan Tak Ada Agenda Perluasan Perang

POJOKNEGERI.com – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa pemerintahannya akan mempertahankan wilayah Iran di tengah meningkatnya ketegangan, tetapi tidak memiliki agenda untuk memperpanjang maupun memperluas perang.

Ia menyampaikan sikap tersebut sambil menyerukan penguatan persatuan internal sebagai salah satu cara menjaga keamanan nasional.

Pezeshkian mengatakan Iran hanya akan mengambil langkah pertahanan untuk melindungi kedaulatan negaranya. Menurut dia, konflik yang terus meluas justru menjadi ancaman bagi stabilitas kawasan dan masyarakat.

Iran Fokus Pertahankan Wilayah

“Kami akan mempertahankan perbatasan kami, namun kami tidak berniat memperluas perang ataupun melanjutkannya,” tegas Presiden Iran tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Pezeshkian saat berbicara kepada media pemerintah Iran, seperti dilansir Iran Internasional, Selasa (4/8/2026). Ia menyebut konflik sebagai persoalan yang membawa dampak buruk bagi berbagai pihak.

“Konflik, baik di area sekitar, kota, negara, maupun antar negara, merupakan penyakit yang muncul,” ucap Pezeshkian saat berbicara kepada media pemerintah Iran.

Dalam kesempatan tersebut, Pezeshkian juga menyoroti pentingnya kondisi sosial dalam negeri. Ia menilai stabilitas internal menjadi faktor penting untuk mencegah pihak asing memanfaatkan perpecahan di Iran.

“Di tengah situasi ini, kita harus berupaya membangun masyarakat yang sehat, agar musuh tidak tergoda untuk menyusup, merusak tatanan sosial kita, dan menghancurkannya,” cetusnya.

Menurut Pezeshkian, keamanan nasional tidak hanya bergantung pada kemampuan pertahanan militer, tetapi juga pada kekuatan masyarakat dan hubungan antarkelompok di dalam negeri.

Bantah Isu Pengunduran Diri

Selain membahas konflik, Pezeshkian juga membantah kabar yang menyebut dirinya berencana meninggalkan jabatan Presiden Iran. Dalam cuplikan wawancara dengan televisi pemerintah Iran, ia memastikan tetap menjalankan tugasnya sebagai kepala negara.

“Kami berkoordinasi sepenuhnya dengan pasukan militer. Saya tidak akan mundur, dan saya akan tetap teguh,” kata Pezeshkian dalam wawancara tersebut.

Ia menambahkan bahwa keputusan terkait masa jabatannya akan disampaikan secara terbuka apabila terjadi perubahan.

“Jika saya mundur, saya akan mengumumkannya secara resmi,” imbuhnya.

Pernyataan tersebut muncul setelah ulama senior Iran, Mohammed-Bagher Kharrazi, sebelumnya mengungkapkan klaim mengenai kondisi internal pemerintahan. Kharrazi menyebut Pezeshkian telah beberapa kali menyampaikan ancaman untuk mundur.

Menurut pernyataan Kharrazi, Pezeshkian disebut telah mengancam akan mengundurkan diri “sebanyak 28 kali”. Namun, Pezeshkian kemudian membantah kabar tersebut dan menegaskan komitmennya untuk tetap berada di posisi Presiden Iran.

Sebelumnya, laporan Iran Internasional pada Mei lalu menyebutkan bahwa Pezeshkian telah menyerahkan surat pengunduran diri kepada kantor Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei. Namun, hingga kini Pezeshkian menyatakan dirinya tetap menjabat dan menjalankan koordinasi dengan institusi pemerintahan serta militer Iran.

(*)

Back to top button