Israel Serang Kompleks Kepresidenan Iran di Teheran

POJOKNEGERI.com – Militer Israel kembali melancarkan serangan udara ke ibu kota Iran, Teheran, pada Selasa (3/3). Serangan terbaru itu menargetkan kantor kepresidenan dan gedung Dewan Keamanan Nasional Iran. Israel mengklaim operasi tersebut berhasil melumpuhkan fasilitas penting di dalam kompleks kepemimpinan Iran.
Klaim Militer Israel
Melalui pernyataan resmi, militer Israel menegaskan bahwa serangan secara intensif dengan menjatuhkan sejumlah besar amunisi.
“Angkatan Udara Israel telah menyerang dan melumpuhkan fasilitas di dalam kompleks kepemimpinan rezim teroris Iran di jantung Teheran semalaman,” bunyi pernyataan militer Israel seperti pemberitaan AFP.
Israel menambahkan, “Dalam serangan terhadap kompleks tersebut, sejumlah besar amunisi dijatuhkan ke kantor kepresidenan dan gedung Dewan Keamanan Nasional Tertinggi.”
Meski klaim Israel terdengar tegas, belum ada kepastian mengenai keberadaan Presiden Iran Masoud Pezeshkian saat serangan berlangsung.
Hingga kini, pemerintah Iran belum mengeluarkan konfirmasi resmi terkait klaim Israel tersebut. Ketidakjelasan ini menambah spekulasi mengenai kondisi kepemimpinan Iran di tengah situasi yang semakin genting.
Serangan Gabungan Sebelumnya
Serangan pada Selasa ini terjadi hanya beberapa hari setelah operasi gabungan Israel–Amerika Serikat pada Sabtu (28/2). Dalam serangan tersebut, sejumlah tokoh penting Iran tewas, termasuk Menteri Pertahanan, Komandan Garda Revolusi Islam (IRGC), serta Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Presiden Pezeshkian sebagai salah satu pejabat tinggi yang selamat dari serangan tersebut. Keberhasilan Israel dan AS menewaskan Khamenei menjadi pukulan besar bagi struktur kekuasaan Iran.
Iran Cari Pengganti Khamenei
Sejak kematian Khamenei terkonfirmasi, Iran bergerak cepat mencari sosok pengganti untuk posisi Pemimpin Tertinggi. Ulama senior Ayatollah Alireza Arafi memimpin Dewan Kepemimpinan Sementara.
Dewan ini akan mengambil alih tugas Pemimpin Tertinggi hingga pemilihan resmi dilakukan.
Menurut laporan CBS yang mengutip kantor berita mahasiswa Iran ISNA, Arafi akan memimpin bersama Presiden Masoud Pezeshkian dan Kepala Kehakiman Gholamhossein Mohseni Ejei.
Ketiganya membentuk struktur kepemimpinan sementara yang diharapkan mampu menjaga stabilitas politik Iran di tengah ancaman serangan lanjutan.
Majelis Ahli Iran, lembaga yang berwenang memilih Pemimpin Tertinggi baru, menyatakan bahwa proses pemilihan tidak akan berlangsung lama.
Pernyataan ini menunjukkan tekad Iran untuk segera menutup kekosongan kepemimpinan setelah wafatnya Khamenei.
Majelis Ahli memiliki peran krusial dalam menentukan arah politik dan ideologi negara, sehingga keputusan mereka akan sangat menentukan masa depan Iran.
Situasi Iran di Tengah Tekanan
Serangan Israel ke jantung Teheran memperlihatkan eskalasi konflik yang semakin tajam. Iran kini menghadapi tekanan ganda: ancaman militer dari Israel dan Amerika Serikat, serta kebutuhan mendesak untuk menata kembali kepemimpinan setelah kehilangan figur sentral Khamenei. Ketidakpastian posisi Presiden Pezeshkian menambah kerumitan situasi. Jika benar ia selamat, Pezeshkian akan menjadi figur penting dalam transisi kekuasaan. Namun jika keberadaannya tidak jelas, maka stabilitas politik Iran bisa semakin rapuh.
(*)


