Internasional

Trump Tuduh Iran Kembangkan Rudal Jarak Jauh, Teheran Membantah Keras

POJOKNEGERI.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan bahwa pemerintahannya berkomitmen mencegah Iran memiliki senjata nuklir.

Hal itu ia sampaikan dalam pidato kenegaraan di hadapan anggota Kongres pada Selasa (24/2/2026).

Trump menuding Iran sedang berupaya mengembangkan teknologi rudal jarak jauh yang mampu menjangkau daratan Amerika Serikat.

Dalam pidatonya, Trump berkata tegas, “Mereka telah mengembangkan rudal yang dapat mengancam Eropa dan pangkalan kita di luar negeri.”

Ia menambahkan, “Mereka sedang berupaya membangun rudal yang akan segera mencapai Amerika Serikat.”

Trump juga menyinggung bahwa Iran saat ini berusaha membangun kembali program nuklir mereka setelah situs-situs pengayaan uranium dihancurkan tahun lalu. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan ambisi berbahaya Iran yang tidak bisa dibiarkan.

“Iran memiliki ambisi nuklir yang jahat dan sedang mengembangkan rudal berbahaya,” ucap Trump.

Bantahan Iran

Pidato tersebut langsung memicu reaksi keras dari Teheran. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menolak tuduhan Trump. Ia menegaskan bahwa klaim tersebut tidak berdasar dan hanya propaganda politik.

“Apa pun yang mereka tuduhkan terkait program nuklir Iran, rudal balistik Iran, dan jumlah korban jiwa selama kerusuhan Januari lalu, hanyalah pengulangan ‘kebohongan besar’,” kata Baghaei pada Rabu (24/2), dikutip AFP.

Baghaei tidak menyebut nama Trump secara langsung, tetapi jelas merujuk pada pidato kenegaraan yang baru saja Trump sampaikan.

Ia menilai tuduhan itu sebagai upaya untuk menekan Iran di mata dunia internasional. Menurutnya, Iran tidak memiliki rencana untuk mengembangkan senjata nuklir maupun rudal yang ditujukan menyerang daratan Amerika Serikat.

Ketegangan antara Washington dan Teheran memang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Belakangan hubungan kedua negara semakin memanas.

AS Kirim Kapal Induk Raksasa ke Timur Tengah

Sebelumnya, Trump mengumumkan bahwa kapal induk USS Gerald R. Ford akan segera dikirim ke Timur Tengah, di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran terkait program nuklir negara tersebut.

Langkah ini menandai eskalasi baru dalam hubungan Washington–Teheran yang sedang menjalani negosiasi tidak langsung sejak pekan lalu.

“Kapal itu akan segera berangkat,” ujar Trump kepada wartawan pada Jumat (13/2) waktu setempat.

Ia menegaskan bahwa pengerahan kapal induk terbesar di dunia itu jika pembicaraan nuklir tidak menghasilkan kesepakatan.

“Jika kita tidak mencapai kesepakatan, kita akan membutuhkannya,” tambahnya, seperti pemberitaan AFP, Sabtu (14/2/2026).

Iran Ancam Tenggelamkan Kapal Perang AS

Namun, ancaman dari Trump ini tak membuat Teheran merasa gentar.

Ayatollah Ali Khamenei yang merupakan pimpinan tertinggi Iran menegaskan bahwa pihaknya memiliki kemampuan militer untuk menenggelamkan kapal perang Amerika Serikat yang berada di kawasan Teluk.

Peringatan keras itu ia sampaikan pada Selasa (17/2) waktu setempat, menyusul meningkatnya kehadiran militer AS di wilayah tersebut.

“Kita terus mendengar bahwa mereka telah mengirim sebuah kapal perang ke arah Iran. Kapal perang tentu saja merupakan senjata berbahaya, tetapi yang lebih berbahaya adalah senjata yang mampu menenggelamkannya.”

Ia menambahkan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak akan berhasil menghancurkan Republik Islam Iran.

(*)

Back to top button